Menuju konten utama

Transaksi Kripto RI 2025 Anjlok 25,9%, OJK: Efek Suku Bunga AS

OJK catat transaksi kripto RI 2025 turun jadi Rp482,23 triliun imbas kebijakan suku bunga tinggi The Fed.

Transaksi Kripto RI 2025 Anjlok 25,9%, OJK: Efek Suku Bunga AS
Adi Budiarso dalam acara Pembukaan Bulan Literasi Kripto, di Jakarta, Selasa (7/4/2026). tirto.id/Nanda
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 hanya mencapai Rp482,23 triliun. Angka ini merosot 25,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tembus Rp650,61 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengungkapkan bahwa penurunan ini tidak lepas dari kondisi global yang penuh tantangan, terutama kebijakan moneter Amerika Serikat.

"Ini ternyata dipicu oleh faktor dalam dan khususnya kondisi global dan risiko pasar yang sangat menantang. Dari sisi global, meningkatnya ketegangan geopolitik termasuk eskalasi perang dagang AS-Cina serta konflik di timur tengah mendorong meningkatnya risk of dari sentimen di pasar keuangan global," ujar Adi dalam acara Pembukaan Bulan Literasi Kripto, di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut diperkuat oleh pengetatan kebijakan moneter suku bunga tinggi yang diterapkan The Fed. Akibatnya, likuiditas global berkurang dan memicu likuidasi besar-besaran pada posisi leveraged di pasar modal.

"Kondisi ini diperkuat juga oleh pengetatan kebijakan moneter suku bunga tinggi yang diterapkan Amerika Serikat dan kecenderungan mengurangi likuiditas di tingkat global, serta memicu likuidasi besar-besaran pada posisi leverage di pasar modal," jelasnya.

Adi juga memaparkan data historis transaksi kripto dalam lima tahun terakhir. Pada 2022, nilai transaksi tercatat Rp306,40 triliun, kemudian turun drastis menjadi Rp149,25 triliun pada 2023, sebelum melonjak ke Rp650,61 triliun di 2024, dan kembali turun di 2025.

Menurutnya, penurunan ini menjadi pelajaran penting untuk melihat kembali fundamental dan memperbaiki kelemahan struktural.

"Kita mulai melihat kembali pada fundamental. Dan kita coba lihat potensi ke depan. Apakah memang kita bisa menangkap potensi lonjakan yang tinggi kemudian hari ini. Dan base effect atau kelemahan struktural yang ada di kondisi saat ini bisa kita pelajari untuk perbaikan ke depan," ucapnya.

Dari sisi pasar global, ia mencatat kapitalisasi pasar kripto dunia turun sekitar 45 persen dari all-time high sebesar Rp4,2 triliun pada Oktober 2025 menjadi hanya Rp2,3 triliun pada Maret 2026.

Adi mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk lebih cermat dalam melihat dinamika harga global dan memahami keterkaitan antara fluktuasi kripto dengan ekonomi global serta dampaknya ke domestik.

"Oleh karena itu, saya mendorong bahwa kita semua bisa melihat harga ini dengan seksama," tuturnya.

Baca juga artikel terkait JUAL BELI KRIPTO atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah