Menuju konten utama

Tercatat 9.610 Kasus TBC di Kabupaten Bogor dalam Kurun 5 Bulan

Kecamatan Cileungsi, menjadi wilayah tertinggi kasus TBC di Kabupaten Bogor pada tahun 2025.

Tercatat 9.610 Kasus TBC di Kabupaten Bogor dalam Kurun 5 Bulan
Ilustrasi penderita TBC. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Jumlah Kasus penyakit Tuberkulosis (TBC) cukup tinggi di Kabupaten Bogor. Hanya dalam kurun waktu lima bulan terhitung Januari hingga Mei 2025, angkanya mencapai 9.610 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, mengatakan bahwa jumlah tersebut meliputi pria dan wanita yang sempat terpapar TBC.

"Tahun 2025 totalnya ada 9.610 jiwa. Terdiri dari 5.359 pria, dan 4.251 wanita," ujar Adang, pada Kamis (3/7/2025).

Sedangkan pada tahun 2024 secara keseluruhan, lanjut Adang, kasus TBC tersebut mencapai 27.778 kasus.

Adapun untuk tingkat kematiannya, kata dia, pada tahun 2025 ini masih dalam proses pendataan.

"Tahun 2025 belum dapat dievaluasi, masih dalam pengobatan," ucapnya.

Adang lantas mengungkap bahwa Kecamatan Cileungsi, sementara ini, menjadi wilayah tertinggi kasus TBC pada tahun 2025.

"[Pada] 2024 Kecamatan Sukaraja dengan 526 kasus, 2025 Kecamatan Cileungsi dengan 527 kasus," bebernya.

Menurut Adang, tingginya kasus TBC disebabkan karena faktor lingkungan yang kotor, makan dan minum bekas orang lain, serta asap rokok.

Adang menyebut, orang yang telah terpapar TBC ditandai dengan munculnya beberapa gejala.

"Batuk berkepanjangan, berkeringat saat malam hari, hingga demam tinggi," tuturnya.

Oleh karena itu, Adang bersama pihaknya akan lebih gencar melakukan skrining kesehatan terhadap pengidap maupun anggota keluarga lainnya dengan tagline, ‘Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOS)’.

"Jadi, TBC mah kudu ditemukan dulu, kita rencananya akan memperluas skrining di tempat umum, lapas, dan sekolah. Istilahnya TBC yang di Bogor bisa ketemu semua untuk kita obati," jelasnya.

Menanggapi itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto menilai tingginya kasus TBC di wilayah teritorialnya karena Kabupaten Bogor merupakan daerah yang padat penduduk.

"Kalau dari sisi jumlah angka ya Provinsi Jawa Barat dan wilayah Kabupaten Bogor tertinggi," ujar Rudy.

Rudy menilai, rendah atau tingginya kasus TBC di Kabupaten Bogor harus diselesaikan dengan solusi yang terbaik.

"Kita tidak hanya lihat dari sisi angka, berapa pun angkanya kita sama-sama berjuang untuk menuntaskan TBC di Kabupaten Bogor karena masuk dalam asta cita Presiden Prabowo," ucapnya.

Oleh karena itu, Rudy memerintahkan Dinkes Kabupaten Bogor untuk menggencarkan skrining kesehatan terhadap masyarakat.

"Yang kita fokuskan hari ini adalah penanganan TBC bisa terskrining dulu tahap awal di tingkat Puskesmas masing-masing," tuturnya.

"Maka, kami persiapkan beberapa Puskesmas untuk melakukan skrining awal sehingga pada saat dari Puskesmas sudah dipastikan TBC baru dirujuk ke RSUD," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KASUS TBC atau tulisan lainnya dari bogor24update.id

tirto.id - Flash News
Kontributor: bogor24update.id
Penulis: bogor24update.id
Editor: Siti Fatimah