tirto.id - Pada Senin, 6 Oktober 2025 sekitar pukul 19.15 waktu setempat, tentara Myanmar menjatuhkan bom ke kerumunan warga yang sedang merayakan festival Buddha. Sebanyak 40 orang dilaporkan tewas dan 80 lainnya terluka.
Perang saudara di Myanmar masih berlangsung hingga saat ini. Terbaru, militer Myanmar dilaporkan telah menjatuhkan bom di Chaung U township, Distrik Monywa, Wilayah Sagaing, Myanmar pada Senin (6/10/2025) kemarin.
Saat itu, masyarakat Myanmar sedang merayakan Thadingyut Festival, sebuah festival yang dirayakan pada hari bulan purnama di bulan lunar Burma untuk menyambut turunnya Sang Buddha dari surga.
Apa Penyebab Tentara Myanmar Bom Warga Hingga Sebabkan 40 Orang Tewas?
Militer Myanmar melakukan serangan menggunakan paraglider bermotor yang menjatuhkan bom ke Chaung U township, Distrik Monywa, Wilayah Sagaing, menyebabkan sedikitnya 40 orang tewas termasuk anak-anak, dan lebih dari 80 orang terluka, dikutip The Times of India.
Serangan terjadi pada malam hari saat warga sedang merayakan Thadingyut Festival Buddha sekaligus melakukan aksi damai menuntut pembebasan para tahanan politik, termasuk Aung San Suu Kyi.
Seperti diberitakan AP News, serangan dimulai sekitar pukul 19.15 waktu setempat, paraglider yang dikendalikan oleh militer Myanmar menjatuhkan dua bom saat warga masih berkumpul.
Meski sudah ada peringatan mengenai kedatangan paraglider tersebut melalui jaringan komunikasi lokal, bom dijatuhkan lebih cepat dari perkiraan sehingga banyak korban berjatuhan.
Paraglider tersebut kembali sekitar pukul 23.00 dan menjatuhkan dua bom tambahan. Namun kali ini, tidak ada laporan adanya korban.
Konflik di Myanmar ini dikenal sebagai Konflik Sipil Myanmar atau Perang Saudara Myanmar yang semakin intens setelah kudeta militer pada Februari 2021.
Pada 1 Februari 2021, militer Myanmar (Tatmadaw) menggulingkan pemerintahan sipil yang terpilih secara demokratis dengan pemimpin Aung San Suu Kyi dan partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).
Saat itu, militer mengklaim adanya kecurangan besar-besaran dalam Pemilihan Umum (Pemilu) November 2020. Dalam pemilu tersebut, partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi memenangkan 396 dari 476 kursi di parlemen
Sedangkan Partai Solidaritas dan Pembangunan Persatuan (USDP), yang merupakan afiliasi dari militer hanya memenangkan 33 kursi.
Myanmar dikabarkan akan mengadakan pemilihan umum kembali pada 28 Desember 2025. Ini adalah pemilu pertama sejak kudeta militer terjadi di Myanmar.
Diberitakan Reuters, dalam enam bulan terakhir, pemimpin junta, Jenderal Min Aung Hlaing, telah melakukan kunjungan diplomatik ke negara-negara seperti China, Rusia, Belarus, Thailand, dan Kazakhstan untuk mencari dukungan internasional bagi pemilu ini.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































