Tema Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 25 November 2021

Oleh: Yantina Debora - 24 November 2021
Dibaca Normal 2 menit
Tema dan sejarah Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 25 November 2021 yaitu #GerakBersama dan Suarakan Pengesahan RUU Kekerasan Seksual.
tirto.id - Kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2020 mencapai 299.911 menurut Catatan Tahunan Komnas Perempuan. Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 25 November 2021 menjadi kampanye untuk mencegah dan menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Komnas Perempuan bakal menggelar Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan mulai dari 25 November dan bakal ditutup pada Hari HAM Internasional 10 Desember 2021.

Tema Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 25 November 2021 menyuarakan pesan “#GerakBersama dan Suarakan: Sahkan RUU mengenai Kekerasan Seksual yang Berpihak Pada Korban”.

Pesan ini untuk menyuarakan bahwa Undang-Undang mengenai Kekerasan Seksual yang memuat kepastian hukum untuk pencegahan, perlindungan dan pemulihan korban kekerasan seksual telah dinanti dan harus segera diwujudkan.

Hal ini untuk mewujudkan payung hukum yang komprehensif bagi korban kekerasan seksual. Berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan sepanjang tahun 2011 hingga 2020 mencatat bahwa kekerasan seksual di ranah privat dan komunitas mencapai 49.643 kasus.

Berdasarkan data WHO tahun 2018 menyatakan bahwa 1 dari 3 perempuan berusia 15 tahun ke atas di seluruh dunia telah mengalami kekerasan fisik atau seksual oleh pasangan intim, bukan pasangan atau keduanya, setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka.

Selain itu, dari dalam negeri, berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2021, kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2020 terdiri dari kasus yang ditangani oleh:

  1. Pengadilan Negeri/Pengadilan Agama sejumlah 291.677 kasus;
  2. Lembaga layanan mitra Komnas Perempuan sejumlah 8.234 kasus;
  3. Unit Pelayanan dan Rujukan (UPR) Komnas Perempuan sebanyak 2.389 kasus, dengan catatan 2.134 kasus merupakan kasus berbasis gender dan 255 kasus di antaranya adalah kasus tidak berbasis gender atau memberikan informasi.

Sejarah Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 25 November


Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan ini dipilih pada 25 November untuk memberi penghormatan atas meninggalnya Mirabal bersaudara yaitu Patria, Minerva dan Maria Teresa pada 1960.

Mirabal bersaudara adalah aktivis politik yang memperjuangkan demokrasi dan keadilan, serta menjadi simbol perlawanan terhadap kediktatoran peguasa Republik Dominika saat itu.

Keberanian mereka menyuarakan soal demokrasi dan keadilan, mengganggu penguasa Republik Dominika pada waktu itu, yakni Rafael Trujillo.

Patria, Minerva dan Maria Teresa berkali-kali mendapat tekanan dan penganiayaan. Kemudian mereka dibunuh secara keji oleh "kaki tangan" diktator Republik Dominika.

Untuk memperingati serta menghormati perjuangan Mirabal bersaudara, dalam Kongres Perempuan Amerika Latin pertama pada 1981, 25 November dideklarasikan sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan.

Apa Itu Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan?


Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan adalah kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.

Di Indonesia, Komnas Perempuan adalah inisiator sekaligus fasilitator dalam Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang digelar secara nasional.

Kampanye ini dimulai dari 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional.

Pemilihan 25 November - 10 Desember 2021 karena adanya keterkaitan antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.

9 Hari Penting dalam Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan:

  1. Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan - 25 November 2021;
  2. Hari Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia - 29 November 2021;
  3. Hari AIDS Sedunia - 1 Desember 2021;
  4. Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan - 2 Desember 2021;
  5. Hari Internasional bagi Penyandang Disabilitas - 3 Desember 2021;
  6. Hari Internasional bagi Sukarelawan - 5 Desember 2021;
  7. Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan - 6 Desember 2021;
  8. Hari Pembela HAM Sedunia - 9 Desember 2021;
  9. Hari HAM Internasional - 10 Desember 2021.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (plus) yang dapat diperingati hingga 18 dan 22 Desember 2021:

  1. Hari penting bagi pekerja migran sedunia - 18 Desember 2021;
  2. Hari Ibu - 22 Desember 2021.


Baca juga artikel terkait HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yantina Debora
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight