Menuju konten utama

Telkom Siapkan Talenta AI hingga Analytics Hadapi Era Digital

Telkom menyiapkan talenta digital lewat kerja sama kampus, pelatihan, dan beasiswa AI serta analytics untuk menghadapi perubahan teknologi.

Telkom Siapkan Talenta AI hingga Analytics Hadapi Era Digital
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini. foto/Dok. Telkomsel
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan talenta digital untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Pengembangan dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, pelatihan, hingga pemberian beasiswa bagi karyawan untuk mempelajari bidang teknologi yang dibutuhkan perusahaan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan perkembangan teknologi yang cepat membuat kebutuhan talenta di industri telekomunikasi terus berubah. Hal itu disampaikan Dian dalam Panel Discussion bertajuk “Indonesia's Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative and Competitive Economy” pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos.

Menurut Dian, pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting bagi Telkom untuk mengikuti laju perubahan industri.

“Talenta selalu menjadi masalah terbesar di negara kita dan juga di industri kita. Dengan perkembangan teknologi, perkembangan baru, ekosistem kita, serta laju industri yang semakin cepat, kita perlu terus mengembangkan talenta,” kata Dian dalam diskusi tersebut.

Dian mengatakan Telkom Group bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk mempersiapkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri. Namun, perkembangan teknologi yang cepat membuat perguruan tinggi menghadapi tantangan untuk menyesuaikan kurikulum.

Menurut dia, perubahan kurikulum tidak dapat dilakukan dengan cepat sehingga dalam sejumlah kasus lulusan perguruan tinggi belum sepenuhnya siap masuk ke industri.

“Dalam banyak kasus, mahasiswa yang sudah lulus belum siap untuk masuk ke industri,” ujarnya.

Karena itu, Telkom turut memberikan pembelajaran setelah talenta masuk ke industri melalui tutorial, pelatihan, dan berbagai program pengembangan kompetensi.

Selain pengembangan di dalam negeri, Telkom memberikan kesempatan kepada karyawan untuk belajar di luar negeri melalui program beasiswa. Program tersebut diarahkan pada bidang yang dinilai penting bagi kebutuhan bisnis perusahaan.

Dian menyebut sejumlah bidang yang menjadi fokus pengembangan, antara lain artificial intelligence (AI), analytics, dan partnership management.

“Jadi, di Telkom Group kami juga mengirimkan karyawan untuk belajar di luar negeri dan memberikan beasiswa untuk bidang-bidang yang penting bagi bisnis kami. Misalnya, untuk mempelajari AI, analytics, partnership management, dan sebagainya,” kata Dian.

Menurut Dian, pengembangan talenta domestik juga perlu dilengkapi dengan pemanfaatan talenta internasional. Indonesia dinilai memiliki daya tarik karena ukuran pasar digital yang besar.

“Indonesia adalah negeri penuh peluang. Kami memiliki pasar yang besar. Kami memiliki 220 juta pengguna digital di Indonesia,” ujarnya.

Besarnya pasar tersebut, lanjut Dian, memberikan peluang bagi talenta maupun pelaku bisnis teknologi untuk mengembangkan produk digital di Indonesia. Menurut dia, jumlah pengguna digital yang besar dapat menjadi basis pasar bagi pengembangan bisnis rintisan.

“Untuk membangun startup di Indonesia, Anda akan mendapatkan jumlah pengguna yang cukup besar untuk mengembangkan bisnis startup Anda,” kata Dian.

Dian juga mengatakan Telkom melihat peluang untuk menarik talenta internasional bekerja di Indonesia. Salah satu yang dapat ditawarkan adalah fleksibilitas dalam pengaturan kerja, termasuk kemungkinan bekerja dari lokasi seperti Bali.

Selain talenta, Telkom juga membuka peluang bagi diaspora Indonesia yang memiliki startup untuk kembali dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Menurut Dian, perusahaan akan menyediakan sejumlah fasilitas bagi startup milik diaspora yang ingin masuk dan memperluas bisnis di pasar Indonesia.

Upaya tersebut sejalan dengan pandangan Dian bahwa Indonesia memiliki daya tarik sebagai pasar pengembangan bisnis digital. Selain populasi dan pengguna digital yang besar, dia menilai kemudahan berusaha di Indonesia kini semakin membaik dan regulasi dinilai lebih konsisten.

“Peluang sedang menunggu Anda untuk datang ke Indonesia,” kata Dian.

Baca juga artikel terkait TELKOM atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana