Menuju konten utama
Gempa Kepulauan Seribu

Perjalanan KRL Sempat Berhenti Imbas Gempa, Kini Sudah Normal

Perjalanan KRL Jabodetabek kembali normal usai sempat dihentikan akibat pengecekan jalur pascagempa M 5,9 di Kepulauan Seribu pada Sabtu (12/9/2026) pagi.

Perjalanan KRL Sempat Berhenti Imbas Gempa, Kini Sudah Normal
Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line rute Bogor-Jakarta Kota melintas di Stasiun Juanda, Jakarta, Selasa (8/9/2026). KAI Commuter resmi menambah jumlah pembatalan perjalanan KRL Bogor Line menjadi total 17 perjalanan per hari yang berlaku mulai 7-30 September, guna perawatan intensif rangkaian kereta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - KAI Commuter Line sempat menghentikan sementara perjalanan Commuter Line setelah gempa bermagnitudo M 5,9 mengguncang Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Penghentian dilakukan untuk memastikan kondisi jalur kereta api aman pascagempa.

“PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menghentikan sementara perjalanan Commuter Line setelah gempa terjadi di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2026) dini hari,” tulis KAI melalui akun X, Sabtu.

Pengecekan jalur dilakukan KAI untuk sejumlah lintasan. Adapun pengecekan jalur pascagempa untuk lintas Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, dan Tanjung Priok telah selesai dilakukan pada pukul 05.26 WIB. Sementara pengecekan untuk perjalanan lintas Tangerang selesai dilakukan pada pukul 05.45 WIB.

Saat ini perjalanan KRL telah kembali normal.

“Kami mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line,” katanya.

Sebagai informasi, wilayah pantai timur Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo M 5,9 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 04.23 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan guncangan yang terjadi di laut lepas tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser turun [oblique normal]," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, pada Sabtu (12/9/2026)

Baca juga artikel terkait KRL COMMUTER LINE atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fahreza Rizky