Menuju konten utama

KAI akan Tambah 11 Gardu Listrik Atas di Jalur KRL Green Line

Daya listrik di jalur KRL Tanahabang-Rangkasbitung hanya 3.000 watt sehingga kereta dengan rangkaian SF12 tidak bisa beroperasi.

KAI akan Tambah 11 Gardu Listrik Atas di Jalur KRL Green Line
Rangkaian Commuterline (KRL) memasuki Stasiun Kebayoran, Jakarta, Senin (19/12/2022). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menambah 11 gardu traksi guna meningkatkan daya Listrik Aliran Atas (LAA) di jalur KRL Commuter Line Green Line, yaitu Tanahabang-Rangkasbitung.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan bahwa pengembangan jalur ini ditempuh untuk mengatasi kepadatan ekstrem yang mencapai 161 persen pada jam sibuk.

Menurutnya tingkat okupansi di jalur Rangkasbitung merupakan yang tertinggi dibandingkan jalur lainnya.

"161 persen itu kalau kita gambarkan, 1 meter persegi diisi 8 orang," ujar Bobby saat RDP dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (3/6/2026).

Dia menjelaskan, saat ini daya listrik di jalur Tanahabang-Rangkasbitung hanya 3.000 watt, lebih rendah dibanding jalur Bogor dan Bekasi yang masing-masing 4.000 watt. Akibatnya, kereta dengan rangkaian SF12 tidak bisa beroperasi.

"Kami sudah berkali-kali mencoba rekayasa operasi. Tidak bisa kami bawa trainset SF12 ke Rangkasbitung. Padahal kalau bisa, itu bisa menurunkan angka 161 persen," kata Bobby.

Untuk itu, KAI akan menambah 11 gardu traksi. Penambahan ini tidak sekadar meningkatkan daya dari PLN, tetapi membangun infrastruktur gardu baru.

"InsyaAllah dalam dua minggu ini kami akan mulai pengerjaannya. Dengan demikian dayanya cukup, SF12 bisa masuk ke Tanahabang-Rangkasbitung," ucapnya.

Selain menambah gardu, KAI juga akan meng-upgrade sistem persinyalan dari blok tertutup menjadi blok terbuka. Sistem blok tertutup membuat satu blok yang mencakup beberapa stasiun hanya boleh dilalui satu kereta. Akibatnya, jarak waktu antar kereta saat ini mencapai 10 menit.

Sementara itu, jalur Bekasi dan Bogor yang sudah menggunakan sistem lebih modern memiliki headway 3-4 menit.

Dengan dua langkah tersebut, KAI menargetkan peningkatan kapasitas dan kenyamanan. Saat ini, KRL Jabodetabek mengangkut 1,3 juta penumpang per hari. KAI menargetkan kapasitas angkutan mencapai 1,4 juta penumpang per hari pada 2030.

*Sehingga berdasarkan ini kami melakukan rekayasa ke depannya bagaimana kita mulai memberikan kenyamanan," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PT KAI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto