tirto.id - Rumah mode asal Amerika Serikat (AS), Ralph Lauren, kini menjadi sasaran boikot setelah menjadikan aktris Israel, Gal Gadot, sebagai model untuk koleksi terbaru mereka. Seruan untuk melakukan pemboikotan itu didasari pada sosok Gadot yang selama ini dikenal sebagai pendukung Israel.
Seruan pemboikotan Ralph Lauren itu bermula dari penampilan Gadot di majalah Modern Luxury edisi September 2026. Dalam penampilan itu, Gadot tampil sebagai model koleksi Ralph Lauren untuk musim gugur tahun ini.
Tak lama setelah edisi Modern Luxury itu diterbitkan, Ralph Lauren juga mengunggah foto-foto Gadot dalam koleksi mereka di Instagram. Hal ini kemudian memicu reaksi keras dari warganet pendukung kemerdekaan Palestina.
Menukil The New Arab, banyak warganet yang kecewa dengan pilihan Ralph Lauren menjadikan Gadot sebagai model mereka. Hal ini lantaran pemeran Wonder Woman (2017) itu selama ini dikenal vokal mendukung Israel, kendati negara tersebut telah melancarkan operasi genosida dengan membunuh lebih dari 73.000 rakyat Palestina sejak Oktober 2023.
Ribuan komentar negatif kini memadati kolom komentar unggahan Ralph Lauren yang menampilkan Gal Gadot sebagai modelnya. Dari sana, seruan untuk memboikot rumah mode itu pun menggema.
Seturut International Business Times, reaksi keras warganet juga meluas ke lintas media sosial. Tak hanya di Instagram, rumah mode itu juga dikecam warganet di X.
Pihak Ralph Lauren hingga kini tak merespons reaksi keras tersebut. Unggahan yang menampilkan Gal Gado juga tak ditarik dari akun resmi Ralph Lauren.
Hubungan Gal Gadot dengan Israel
Kendati dikenal sebagai aktor Hollywood yang berperan dalam berbagai produksi film di AS, Gadot lahir dan besar di Israel. Kewarganegaraan Gadot hingga kini adalah Israel.
Dalam beberapa tahun terakhir, Gadot mendapatkan kritikan yang meluas terkait isu konflik Israel-Palestina. Namun, kritikan itu tak berasal dari kewarganegaraan Gadot sebagai warga Israel.
Gadot ramai dikritik karena ia berkali-kali memberikan dukungan kepada Israel kendati negara itu telah menciptakan situasi yang mengenaskan bagi penduduk Jalur Gaza dan Tepi Barat. Dukungan ini membuat warganet menilai Gadot telah menutup mata pada penderitaan rakyat Palestina.
Kritikan terhadap aktris tersebut kemudian makin meluas setelah serangan Hamas di Israel pada 7 Oktober 2023 lalu. Kala itu, Gadot membuat pernyataan publik bahwa ia mendukung Israel untuk melawan serangan tersebut.
“Dunia tidak bisa hanya berdiam diri ketika aksi teror mengerikan ini terjadi,” tulis Gadot kala itu.
Akan tetapi, ketika militer Israel melakukan serangkaian serangan yang membunuh lebih dari 73.000 rakyat Palestina setelahnya, Gadot tampak tak menaruh perhatian kepada kenyataan tersebut. Hal ini membuat warganet mengkritik keras Gadot.
Sebagai warga Israel, Gadot sendiri telah menyelesaikan dua tahun wajib militer sebelum mengejar karier di Hollywood. Ia turut ditugaskan sebagai tentara IDF dalam perang di Lebanon pada 2006.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































