Menuju konten utama

Spin-off Fiber Telkom Berpotensi Dongkrak Valuasi

Spin-off bisnis fiber Telkom dinilai berpotensi membuka nilai baru melalui monetisasi aset dan memperluas pemanfaatan jaringan ke pelanggan pihak ketiga.

Spin-off Fiber Telkom Berpotensi Dongkrak Valuasi
Melalui penguatan digitalisasi operasional, operational & service excellence, serta budaya kerja yang adaptif, Telkom Akses terus memperkuat pembangunan infrastruktur akses digital yang andal, merata, dan berkelanjutan guna mendukung transformasi TelkomGroup dan visi Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. FOTO/dok. Telkom
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemisahan bisnis fiber PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dinilai berpotensi membuka nilai baru bagi perseroan. Langkah tersebut memungkinkan bisnis infrastruktur fiber memiliki ruang yang lebih luas untuk dimonetisasi sekaligus dinilai secara lebih terpisah dari bisnis operator telekomunikasi.

Equity Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas Kavi Ananta mengatakan spin-off bisnis fiber dapat memberikan manfaat berupa value unlocking bagi Telkom. Menurut dia, karakter bisnis infrastruktur fiber berbeda dengan bisnis operator sehingga pemisahan tersebut berpotensi membuat nilai aset fiber lebih terlihat.

"Ini memberikan benefit, yaitu unlocking value dari valuasi para emiten itu sendiri," kata Kavi dalam InvesTalk Series TLKM: Transformasi Strategis TLKM: Spin-Off, Infra Digital & Arah Pertumbuhan 2026.

Kavi melihat potensi tersebut dari perbandingan valuasi bisnis infrastruktur fiber di tingkat global dan regional. Menurut dia, bisnis fiber umumnya memperoleh kelipatan valuasi yang lebih tinggi dibandingkan operator telekomunikasi.

"Kalau kita lihat comparison fiber infrastructure di global atau di regional, biasanya secara valuasi fiber dihargai dengan multiple yang lebih tinggi dibandingkan operator," ujarnya.

Selain potensi peningkatan nilai, pemisahan bisnis fiber juga membuka peluang bagi Telkom untuk memperluas pemanfaatan jaringan kepada pelanggan di luar grup. Kavi menilai langkah tersebut dapat membantu perseroan meningkatkan arus kas karena infrastruktur yang sudah dibangun dapat menghasilkan pendapatan dari pasar yang lebih luas.

"Objektifnya adalah meningkatkan penetrasi, yang sebelumnya hanya dipakai di internal level, sekarang bisa dipakai di third party level," kata Kavi.

Pemanfaatan jaringan untuk pelanggan third party tersebut dinilai dapat memperbaiki free cash flow Telkom. Sebab, perseroan dapat mengoptimalkan infrastruktur yang telah tersedia tanpa hanya mengandalkan kebutuhan dari bisnis internal.

"So, improving free cash flow dari cara seperti ini sangat memungkinkan," ujar Kavi.

Telkom sendiri telah menyelesaikan spin-off tahap pertama bisnis wholesale fiber connectivity pada RUPS Desember 2025. Aset dengan total nilai buku sekitar Rp5 triliun dialihkan ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia dan mendapat persetujuan dari 99,9 persen pemegang saham.

Investor Relations Telkom Izzuddin Al Azzam mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan menciptakan nilai dari infrastruktur yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Telkom ingin mengoptimalkan aset fiber yang sebelumnya banyak digunakan untuk kebutuhan internal agar dapat dimanfaatkan lebih luas.

"Kami ingin menciptakan nilai dari infrastruktur yang sudah dibangun oleh Telkom selama bertahun-tahun melalui investasi yang sangat konsisten," kata Izzuddin.

Telkom saat ini mengelola lebih dari 179.000 kilometer jaringan fiber optic backbone. Jaringan tersebut mencakup lebih dari 500 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia serta terhubung dengan jaringan internasional melalui 58 point of presence di 26 negara.

Skala jaringan tersebut menjadi modal bagi Telkom untuk mengembangkan fiber sebagai bisnis infrastruktur yang dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pelanggan. Pemisahan bisnis juga menjadi bagian dari upaya perseroan mengubah infrastruktur yang selama ini mendukung bisnis telekomunikasi menjadi sumber pertumbuhan baru.

Izzuddin mengatakan tujuan pemisahan tersebut adalah memperluas pemanfaatan jaringan fiber sehingga tidak hanya digunakan di lingkungan internal Telkom Group.

"Objektifnya adalah meningkatkan penetrasi, yang sebelumnya hanya dipakai di internal level, sekarang bisa dipakai di third party level," ujarnya.

Baca juga artikel terkait TELKOM atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana