Menuju konten utama

Perang Harga Mereda, Telkom Optimalkan Monetisasi Pelanggan

Perang harga telko mulai mereda. Telkom pun menggeser fokus dari mengejar pelanggan baru ke monetisasi basis pelanggan dan efisiensi investasi.

Perang Harga Mereda, Telkom Optimalkan Monetisasi Pelanggan
Penyelesaian streamlining 10 entitas menjadi tonggak penting transformasi Telkom menuju Strategic Holding, guna memperkuat sinergi, tata kelola, dan penciptaan nilai di seluruh portofolio bisnis TelkomGroup. FOTO/dok. Telkom
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perang harga di industri telekomunikasi mulai mereda setelah berlangsung sejak pertengahan 2024 hingga awal 2025. Kondisi ini membuat operator mulai menggeser fokus dari mengejar pelanggan baru menuju monetisasi basis pelanggan yang sudah dimiliki.

Equity Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas Kavi Ananta mengatakan persaingan harga di industri telekomunikasi mulai lebih rasional. Perubahan tersebut juga mulai terlihat dari perbaikan kinerja operator setelah periode perang harga.

"Price war yang kemarin, yang sudah berlangsung mungkin dari pertengahan second 2024 sampai dengan awal tahun 2025, itu kita melihatnya memang sudah mulai rasional dan sudah mulai memperbaiki performa," kata Kavi dalam InvesTalk Series TLKM: Transformasi Strategis TLKM: Spin-Off, Infra Digital & Arah Pertumbuhan 2026.

Menurut Kavi, perubahan strategi operator terlihat dari pergeseran tujuan bisnis. Jika sebelumnya operator lebih agresif mengejar pelanggan baru dan pangsa pasar, kini fokusnya mulai beralih pada bagaimana meningkatkan pendapatan dari basis pelanggan yang sudah ada.

"Sekarang objektif dari para pemain telco kita melihatnya sudah mulai lebih rasional, di mana yang dulunya lebih kepada tracking new subscriber atau gain market share, tapi sekarang lebih ke monetize mereka punya subscriber base," ujarnya.

Perubahan itu juga mulai terlihat dari upaya operator melakukan price repair. Kavi menyebut operator mulai mengurangi diskon dan benefit yang diberikan kepada pelanggan, sekaligus melakukan penyesuaian harga layanan.

Strategi tersebut membuat pertumbuhan bisnis seluler mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Kavi melihat pendapatan bisnis mobile telah memasuki fase yang lebih positif setelah sebelumnya tertekan oleh persaingan harga yang ketat.

Perbaikan kondisi tersebut juga membuka peluang bagi operator untuk meningkatkan average revenue per user atau ARPU. Menurut Kavi, ruang pertumbuhan ARPU masih tersedia karena operator kini lebih berfokus pada monetisasi pelanggan yang sudah berada dalam ekosistem mereka.

"Jadi lebih lebih sehat sih harusnya persaingan ke depan ya," kata Kavi.

Perubahan kondisi industri tersebut juga sejalan dengan strategi Telkom untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan bisnis. Investor Relations Telkom Izzuddin Al Azzam mengatakan perseroan kini berupaya mengoptimalkan bisnis yang telah dimiliki sekaligus memastikan investasi diarahkan ke area yang memberikan tingkat pengembalian yang baik.

Menurut Izzuddin, Telkom juga tengah mengubah model bisnis dari operator telekomunikasi tradisional menjadi strategic holding. Perubahan tersebut dilakukan agar masing-masing pilar bisnis dapat dikembangkan dengan lebih fokus dan Telkom dapat mengoptimalkan penciptaan nilai.

"Kami sedang bertransisi dari operator telekomunikasi tradisional menuju strategic holding atau entitas induk," kata Izzuddin.

Dalam model tersebut, Telkom membagi bisnis ke dalam empat pilar utama, yakni B2C, B2B infrastructure, B2B international, serta B2B IT service. Perubahan itu menjadi bagian dari upaya perseroan meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Izzuddin mengatakan keseimbangan antara pertumbuhan dan efisiensi menjadi penting dalam menentukan arah investasi Telkom. Perseroan akan mengarahkan belanja modal ke area yang dinilai memiliki prospek pengembalian yang baik.

"Efisiensi capex ini perlu saya tegaskan lagi bukan untuk mengurangi kualitas dari layanan, tetapi untuk memastikan capex itu yang kita spend lebih tepat sasaran," ujarnya.

Baca juga artikel terkait TELKOM atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana