Menuju konten utama

Singapura Batasi Data Center, Telkom Garap Peluang di Batam

PT Telkom membidik Batam untuk menangkap limpahan permintaan data center dari Singapura yang terkendala pembatasan pembangunan fasilitas baru.

Singapura Batasi Data Center, Telkom Garap Peluang di Batam
Data Center Telkom. FOTO/Internal Telkom
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membidik Batam untuk menangkap limpahan permintaan data center dari Singapura. Langkah ini diambil di tengah keterbatasan pembangunan fasilitas baru di negara tersebut akibat tingginya konsumsi listrik.

Investor Relations Telkom Izzuddin Al Azzam mengatakan perseroan juga memiliki data center di Singapura. Namun, kapasitas fasilitas tersebut telah penuh dan Telkom belum dapat menambah kapasitas karena pemerintah setempat membatasi pembangunan data center baru.

"Telkom juga memiliki data center di Singapura dan data center kita yang di Singapura itu penuh dan memang belum bisa membangun lagi di Singapura karena aturan pemerintah di sana yang tidak boleh menambah data center lagi karena konsumsi listrik yang sangat besar," kata Izzuddin dalam InvesTalk Series TLKM: Transformasi Strategis TLKM: Spin-Off, Infra Digital & Arah Pertumbuhan 2026.

Keterbatasan tersebut mendorong Telkom mengembangkan data center di Batam untuk menangkap spillover permintaan dari Singapura. Pengembangan ini dilakukan melalui NeutraDC Nxera Batam, yang disiapkan sebagai hyperscale data center untuk melayani kebutuhan pasar regional.

Telkom menyebut gedung pertama NeutraDC Nxera Batam, BTM-1, telah memperoleh mitra untuk seluruh kapasitasnya. Tingginya permintaan tersebut mendorong perseroan menyiapkan pembangunan gedung kedua, BTM-2, untuk menambah kapasitas data center di kawasan SIJORI yang mencakup Singapura, Johor, dan Kepulauan Riau.

Pengembangan Batam juga ditopang oleh posisi geografisnya yang berdekatan dengan Singapura serta konektivitas kabel laut yang menghubungkan kawasan Asia Tenggara. Telkom sebelumnya menempatkan Batam sebagai digital bridge antara Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Di tengah ekspansi tersebut, Telkom juga membuka opsi menggandeng mitra strategis untuk mengembangkan bisnis data center. Menurut Izzuddin, kerja sama tersebut dapat membantu perseroan memperluas pengembangan bisnis, memahami arah pasar global, serta menentukan strategi ekspansi data center.

Selain memperluas akses pasar, kehadiran mitra strategis dinilai dapat membuat kebutuhan belanja modal untuk pengembangan data center lebih efisien.

"Makanya kita sekarang butuh namanya strategic partner untuk bisnis data center itu sendiri," kata Izzuddin.

Baca juga artikel terkait DATA CENTER atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana