Menuju konten utama

Telkom Siapkan Jaringan Hijau-Green Data Center untuk NZE 2060

Telkom menyiapkan jaringan hijau, green data center, dan pemanfaatan AI untuk menekan emisi sebagai bagian dari target net zero emission pada 2060.

Telkom Siapkan Jaringan Hijau-Green Data Center untuk NZE 2060
TelkomGroup memperkuat transformasi bisnis dan implementasi ESG untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta menghadirkan nilai jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan bisnis. FOTO/dok.Telkom
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan emisi karbon dan mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060. Langkah tersebut mencakup pengembangan jaringan yang lebih hijau hingga pengelolaan pusat data dengan standar keberlanjutan.

AVP Sustainability Strategy & Program Telkom Indonesia Liza Mahavianti Syamsuri mengatakan perusahaan ke depan akan memastikan seluruh jaringan Telkom menerapkan praktik yang lebih ramah lingkungan. Upaya tersebut tidak hanya menyasar data center, tetapi juga infrastruktur jaringan yang digunakan dalam operasional Telkom Group.

"Rencana jangka panjangnya yang pertama kita pasti memastikan bahwa semua network Telkom itu adalah network yang green," kata Liza dalam LeadsTalk #19 bertajuk Peran Supply Chain Management dalam Mendorong Strategi Dekarbonisasi.

Menurut Liza, pengembangan infrastruktur hijau juga akan mencakup Telkomsel. Perusahaan akan mendorong penggunaan perangkat yang lebih efisien untuk mendukung pengurangan emisi dari operasional jaringan.

Langkah tersebut menjadi penting karena operasional Telkom sangat bergantung pada energi. Liza menyebut Telkom merupakan salah satu pelanggan listrik terbesar PT PLN (Persero), sementara layanan telekomunikasi harus beroperasi selama 24 jam sehari sepanjang tahun.

Selain jaringan, Telkom juga mulai melihat pengelolaan data center sebagai salah satu fokus keberlanjutan ke depan. Liza mengatakan bisnis data center diperkirakan semakin berkembang sehingga aspek lingkungan dalam pengelolaannya akan menjadi perhatian perusahaan.

"Yang sekarang lagi happening di dunia secara internasional yang sering ditanyakan ESG adalah bagaimana Telkom itu mengelola data centernya secara green," ujar Liza.

Menurut dia, perhatian terhadap data center juga berkaitan dengan perkembangan bisnis Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) yang saat ini masih relatif kecil dalam keseluruhan emisi grup, tetapi diproyeksikan berkembang.

Telkom juga melihat perusahaan teknologi global sebagai salah satu rujukan dalam pengembangan infrastruktur hijau. Liza menyebut perusahaan seperti Google dan Amazon Web Services (AWS) telah menyatakan komitmen penggunaan energi hijau dalam operasional mereka.

"Telkom ini kan perusahaan telekomunikasi. Bagaimanapun juga kita mau tidak mau juga harus mengutilize fungsi AI ini dalam mendukung sustainability kami," kata Liza.

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) menjadi bagian lain dari rencana jangka panjang Telkom. Teknologi tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung upaya keberlanjutan perusahaan, seiring dengan kebutuhan Telkom mengelola jaringan dan infrastruktur digital dalam skala besar.

Strategi tersebut merupakan bagian dari climate transition plan Telkom yang dibagi dalam tiga tahap. Pada tahap jangka pendek hingga 2030, Telkom menargetkan penurunan emisi sekitar 20 persen.

Selanjutnya, pada periode 2030-2040, perusahaan akan mulai memperkuat upaya pengurangan emisi Scope 3 yang berasal dari rantai nilai perusahaan. Sementara pada periode 2040-2060, Telkom menargetkan perusahaan dapat mencapai net zero.

Liza mengatakan penyusunan transition plan tersebut diperlukan agar target NZE tidak berhenti sebagai komitmen jangka panjang, tetapi diterjemahkan menjadi tahapan yang dapat dijalankan oleh Telkom dan seluruh anak usahanya.

"Kalau kita enggak mulai investasi untuk masa depan, cost di masa depannya itu akan semakin besar," kata Liza.

Baca juga artikel terkait DATA CENTER atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana