Menuju konten utama

Tata Cara Doa Koronka Kerahiman Ilahi Menggunakan Rosario

Berikut adalah panduan tentang tata cara Doa Koronka Kerahiman Ilahi menggunakan Rosario.

Tata Cara Doa Koronka Kerahiman Ilahi Menggunakan Rosario
Kutipan dari Alkitab tentang beban dalam hidup. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Umat Katolik memiliki sejumlah devosi yang dianjurkan oleh Gereja Katolik untuk rutin dijalankan, salah satunya adalah doa Koronka Kerahiman Ilahi. Sebagai referensi agar bisa menjalankan ritual devosi ini dengan baik berikut adalah panduan tentang tata cara Doa Koronka Kerahiman Ilahi menggunakan Rosario.

Menurut laman Keuskupan Purwokerto, Doa Koronka Kerahiman Ilahi adalah sebuah devosi yang diberikan oleh Yesus sendiri kepada Santa Faustina Kowalska. Santa Faustina adalah seorang biarawati Polandia yang menerima penghlihatan dari Yesus pada tahun 1930-an.

Dalam penglihatan itu, Yesus mengajarkan Doa Koronkoa Kerahiman Ilahi dan berpesan agar umat manusia mempercayakan diri sepenuhnya kepada kerahiman-Nya. Dengan mendokan doa ini, umat yang percaya akan mendapatkan Rahmat yang besar dari Yesus sendiri.

Kata "Koronka" sendiri dalam bahasa Polandia berarti "mahkota kecil". Hal ini juga bisa dimaknai sebgai "rosario pendek". Sebagai salah satu bentuk devosi, devosi ini merupakan seruan yang kuat kepada Kerahiman Ilahi, memohon belas kasihan Allah bagi diri sendiri, serta seluruh dunia, khusunya pada saat-saat menjelang ajal.

Tata Cara Doa Koronka Menggunakan Rosario

Doa Rosario Pembebasan

Ilustrasi wanita memegang rosario sambil berdoa di gereja. FOTO/iStockphoto

Doa Koronka Kerahiman Ilahi ini secara umum didoakan menggunakan Rosario biasa. Namun, urutan dan isi doanya berbeda dengan Doa Rosario pada umumnya. Dengan hanya berbekal manik-manik Rosario biasa, umat Katolik bisa untuk mempraktikkan devosi ini kapan pun dan di mana pun,

Berikut adalah panduan tata cara Doa Koronka Kerahiman Ilahi menggunakan Rosario biasa, sebagaimana dirujuk dari laman Paroki Jetis:

1. Tanda Salib

"Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin."

2. Doa Pembuka:

"Ya Yesus, Engkau sudah wafat, tetapi m ata air kehidupan memancar bagi jiwa-jiwa, dan lautan kerahiman terbuka untuk seluruh dunia. O Mata Air Kehidupan, Kerahiman Ilahi yang tak terhingga, rengkuhlah seluruh dunia dan hampakan diri-mu untuk kami. Darah dan Air yang memancar dari Hati Yesus sebagai mata air kerahiman bagi kami, aku mengandalkan Engkau! (diulang 3 kali)

2. Doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Aku Percaya:

Setelah doa pembuka, daraskan doa-doa dasar:

1 kali Bapa Kami

1 kali Salam Maria

1 kali Aku Percaya (Syahadat Para Rasul)

3. Doa pada Manik Bapa Kami (Manik Besar):

Setelah doa-doa dasar, mulailah bagian utama Koronka. Pada setiap manik besar (manik yang biasanya digunakan untuk mendaraskan Bapa Kami dalam Rosario) daraskan doa ini:

“Bapa yang Kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Keilahian Putra-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan atas dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.”

4. Doa pada Manik Salam Maria (Sepuluh Manik Kecil):

Pada sepuluh manik kecil (manik yang biasanya digunakan untuk mendaraskan Salam Maria pada do Rosario) daraskan doa ini:

“Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasihan kepada kami dan seluruh dunia.”

5. Ulangi untuk Lima Puluh Manik:

Ulangi langkah 3 dan 4 untuk lima rangkaian manik berikutnya (total 50 manik Salam Maria). Secara keseluruhan, doa ini akan didaraskan sebanyak lima kali pengulangan (lima "puluh") pada Rosario. Inilah mengapa doa ini sering disebut sebagai Koronka Rosario.

6. Doa Penutup:

Setelah menyelesaikan kelima rangkaian, pada manik persatuan (manik penghubung) atau di akhir, ulangi doa penutup tiga kali:

“Allah yang Kudus, Kudus dan Berkuasa, Kudus dan Kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia.” (ulangi 3 kali)

7. Tanda Salib Penutup:

Akhiri dengan membuat Tanda Salib: "Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin."

Susunan Singkat Doa Koronka Kerahiman Ilahi

Doa Rosario Pembebasan

Holy bible dan rosario. FOTO/iStockphoto

Agar lebih jelas, berikut adalah susunan Doa Koronka Kerahiman Ilahi secara ringkas yang diadaptasi menggunakan manik-manik Rosario biasa:

    • Pembukaan: Tanda Salib + Doa "Engkau telah wafat" + "Ya Darah dan Air" + "Engkau telah wafat" ... (diulang 3 kali)
    • Doa Dasar: Bapa Kami, Salam Maria, Aku Percaya. Masing-masing didaraskan 1 kali.
    • Manik Besar: Bapa yang Kekal, kupersembahkan kepada-Mu ... (diulang 5 kali, ini pada Rosario ada di manik untuk 5 peristiwa)
    • Sepuluh Manik Kecil: Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasihan ... (diulang 50 kali, 10 kali di setiap peristiwa)
    • Penutup: Allah yang Kudus, Kudus dan Berkuasa...(diulang 3 kali)
    • Penutup: Tanda Salib 1 kali
Lalu, kapan waktu terbaik untuk medaraskan Doa Koronka Kerahiman Ilahi?

Waktu yang Baik untuk Berdoa Koronka

Doa Kerahiman Ilahi

Side view of serious Hispanic female with long dark hair giving prayer with clasped hands while sitting on bench in old Catholic church and looking up

Sebenarnya, Doa Koronka Kerahiman Ilahi bisa didaraskan kapan saja. Namun, dalam penglihatan kepada Santa Faustina, Yesus meminta Santa Faustina untuk mendoakan Doa Koronka Kerahiman Ilahi secara khusus pada jam 3 sore atau pada pukul 15.00.

Mengapa jam 3 sore adalah waktu yang tepat? Jam ini dikenal sebagai "Jam Kerahiman: atau the Hour of Mercy. Ini waktu ketika Yesus wafat di kayu salib.

Mengenai waktu ini, sebagaimana dirujuk dari laman Paroki Jetis, dalam buku hariannya, Suster Faustina pernah menuliskan bahwa Yesus sempat berkata, "Setiap kali engkau mendengarkan jam berdentang pukul tiga, benamkanlah dirimu sepenuhnya dalam Kerahiman-Ku, memuji dan memuliakannya; mohonlah daya-Nya, bagi seluruh dunia, dan teristimewa bagi para pendosa, sebab pada saat itu Kerahiman dibuka lebar-lebar bagi setiap jiwa."

Doa Koronka Kerahiman Ilahi ini bila didoakan pada waktu yang sudah ditunjukkan itu dipercaya memiliki kuasa yang besar. Ketika umat beriman menghubungkan permohonannya langsung dengan saat Penebusan Kristus yang paling agung itu, maka Yesus sendiri akan menunjukkan kerahiman-Nya yang besar dan tidak terbatas. Doa Koronkoa Kerahiman Ilahi ini juga sangat dianjurkan untuk didoakan bagi orang yang sedang menghadapi sakratul maut.

Jika Anda ingin memahami lebih lanjut mengenai Doa Rosario dalam iman Katolik, silakan klik tautan berikut untuk membaca artikel lainnya seputar Doa Rosario: Link Kumpulan Artikel Doa Rosario

Baca juga artikel terkait DOA ROSARIO atau tulisan lainnya dari Lucia Dianawuri

tirto.id - Edusains
Penulis: Lucia Dianawuri
Editor: Yulaika Ramadhani