Menuju konten utama

Tabung Gas Merah Putih CNG vs LPG 3 Kg, Apa Saja Perbedaannya?

Apa beda tabung gas merah putih CNG dan gas melon LPG 3 kg? Simak perbedaan bahan baku, cara kerja, keamanan, harga, hingga emisi keduanya.

Tabung Gas Merah Putih CNG vs LPG 3 Kg, Apa Saja Perbedaannya?
Sejumlah warga antre membeli gas LPG 3 kilogram saat operasi pasar penyeimbang di Pasar Datah Manuah, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (13/12/2025). Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar pasar penyeimbang setiap hari sabtu selama bulan Desember 2025 dengan menyediakan 200 tabung gas LPG 3 kilogram pada setiap operasinya, yang dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp22 ribu sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan penggunaan tabung gas alam terkompresi CNG merah putih berkapasitas 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG melon 3 kilogram yang selama ini digunakan masyarakat.

Program Tabung Merah Putih tersebut dipimpin oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, serta menekan beban subsidi yang selama ini dialokasikan untuk LPG bersubsidi.

Menurut rencana pemerintah, program ini akan memasuki tahap uji coba pada Juli 2026, dengan harga jual kepada masyarakat disamakan dengan harga LPG melon 3 kilogram agar proses transisi tidak menambah beban ekonomi bagi konsumen.

Program Tabung Merah Putih didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia memiliki cadangan gas bumi yang cukup besar dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan energi rumah tangga.

Sebaliknya, kebutuhan LPG nasional masih sangat bergantung pada impor sehingga pemerintah harus mengalokasikan anggaran subsidi yang besar untuk menjaga harga LPG 3 kilogram tetap terjangkau.

Dengan memanfaatkan gas bumi yang diproduksi di dalam negeri sebagai bahan baku CNG, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan LPG impor sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya energi domestik.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa meskipun CNG Merah Putih tetap akan memperoleh subsidi, kebutuhan anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah diperkirakan jauh lebih rendah dibandingkan subsidi LPG yang selama ini diberikan.

Menurut perhitungan pemerintah, penggunaan gas bumi domestik akan menghasilkan efisiensi yang sangat besar karena biaya pengadaan lebih rendah dibandingkan LPG yang sebagian besar masih diimpor.

Atas dasar tersebut, pemerintah memperkirakan potensi penghematan anggaran subsidi energi dapat mencapai sekitar Rp130 triliun hingga Rp137 triliun apabila program ini dapat diterapkan secara luas.

Perbedaan Tabung Gas Merah Putih dan Gas Melon

Dilansir dari laman Instagram @pertaminagas, LPG adalah gas hidrokarbon dari hasil pengolahan minyak bumi atau dari aliran gas alam sedangkan CNG adalah gas alam yang dikompresi pada tekanan tinggi sekitar (200-250 bar).

Berikut beberapa perbedaan tabung gas merah putih CNG dan tabung gas melon LPG 3 kg:

1. Sumber Bahan Baku

LPG (Liquefied Petroleum Gas): berasal dari hasil sampingan pengolahan minyak bumi maupun pemrosesan gas alam. Komponen utamanya terdiri atas campuran gas propana dan butana.

CNG (Compressed Natural Gas): berasal langsung dari gas alam yang diproduksi dari dalam bumi dan didominasi oleh kandungan metana.

2. Bentuk dan Karakteristik Gas

LPG: disimpan dalam bentuk cair di dalam tabung bertekanan rendah sehingga lebih mudah didistribusikan untuk kebutuhan rumah tangga.

CNG: tidak mengalami proses pencairan, melainkan hanya dikompresi hingga tekanan sekitar 200–250 bar sehingga volumenya mengecil tetapi tetap berada dalam bentuk gas. Karena menggunakan tekanan yang jauh lebih tinggi, tabung penyimpanan CNG memerlukan material dan sistem keamanan yang lebih kuat.

3. Komposisi Kimia

LPG: tersusun atas campuran hidrokarbon, terutama propana dan butana.

CNG: sebagian besar terdiri atas metana. Kandungan metana yang lebih tinggi membuat proses pembakaran CNG lebih bersih dibandingkan LPG maupun bahan bakar minyak, sehingga menghasilkan emisi yang lebih rendah.

4. Penggunaan Utama

LPG: lebih dikenal sebagai bahan bakar untuk memasak di rumah tangga, warung makan, UMKM kuliner, restoran, hingga berbagai usaha kecil. Tabung LPG 3 kilogram bersubsidi maupun tabung nonsubsidi merupakan contoh penggunaan LPG yang paling umum di masyarakat.

CNG: sejak awal lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan berbasis bahan bakar gas (BBG), seperti bus, taksi, kendaraan operasional, dan transportasi umum. Saat ini pemanfaatannya juga mulai berkembang ke sektor hotel, restoran, serta dapur program Makan Bergizi Gratis.

5. Asal Pasokan Energi

LPG: sebagian besar masih bergantung pada impor. Dengan konsumsi sekitar 8,6 juta ton per tahun dan produksi dalam negeri sekitar 1,7 juta ton, sekitar 80 persen kebutuhan LPG dipenuhi dari luar negeri.

CNG: memanfaatkan gas alam yang berasal dari sumber daya domestik sehingga dinilai lebih mendukung kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

6. Harga dan Efisiensi

Pemerintah memperkirakan penggunaan CNG dapat lebih hemat dibandingkan LPG. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan, biaya penggunaan CNG diperkirakan sekitar 30–40 persen lebih murah dibandingkan LPG.

Selain memberikan potensi penghematan bagi masyarakat, penggunaan CNG juga diperkirakan dapat mengurangi beban subsidi energi yang selama ini dialokasikan untuk LPG.

7. Dampak terhadap Lingkungan

CNG menghasilkan emisi karbon dioksida, karbon monoksida, dan partikel polutan yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar minyak maupun LPG.

Oleh karena itu, CNG dinilai sebagai bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca serta meningkatkan penggunaan energi yang lebih bersih.

8. Keamanan Penyimpanan

Karena disimpan pada tekanan yang sangat tinggi, tabung CNG harus memenuhi standar keselamatan yang lebih ketat dibandingkan tabung LPG.

Pemerintah saat ini sedang mengembangkan prototipe tabung CNG yang akan melalui berbagai pengujian teknis, termasuk uji ketahanan material, keamanan penggunaan, dan sistem penyimpanan sebelum dapat digunakan secara luas oleh masyarakat.

Baca juga artikel terkait TABUNG GAS atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra