Menuju konten utama

Survei DEN Klaim MBG Picu Ekosistem Rantai Pasok Baru

Menurut anggota DEN, Septian Hario Seto, munculnya ekosistem UMKM anyar itu didorong oleh 86,9 persenSPPG yang paling tidak memiliki satu supplier kecil.

Survei DEN Klaim MBG Picu Ekosistem Rantai Pasok Baru
Presiden Prabowo Subianto mencoba menu MBG ketika meninjau pelaksanaan program prioritas tersebut di SMPN 111 Jakarta, Selasa (2/6/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

tirto.id - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melalui survei independen yang mereka lakukan mengklaim bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah efektif memicu ekosistem rantai pasok baru. Menurut anggota DEN, Septian Hario Seto munculnya ekosistem UMKM anyar tersebut didorong oleh 86,9 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang paling tidak memiliki satu supplier kecil.

Biasanya, supplier tersebut merupakan UMKM yang berusaha di sekitar titik SPPG.

“Kalau dihitung secara rata-rata, ada tiga UMKM yang digandeng oleh SPPG ini. Jadi ini membuktikan bahwa program MBG ini selain tadi mencapai tujuan Bapak Presiden untuk perbaikan gizi dari anak-anak Indonesia, ini juga menciptakan ekosistem supply chain yang baru,” kata dia dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

Lebih menarik lagi, sekitar 64-65 persen sektor UMKM berada di dalam satu kabupaten di mana SPPG itu berada.

“Jadi ini juga penting bahwa ini bukanlah supplier besar yang masuk, tapi UMKM-UMKM yang muncul itu memang UMKM yang ada di dalam kabupaten atau lokasi di mana SPPG tersebut berada,” tambah Seto.

Bahkan, kepuasan masyarakat terhadap performance UMKM cukup besar, hampir mencapai di atas 70 persen. Selain suplai chain baru, MBG juga telah berhasil menyerap sekitar 99 persen warga sekitar titik SPPG.

Namun demikian, ada beberapa catatan yang disampaikan DEN kepada Presiden Prabowo Subianto terkait program prioritas Kabinet Merah Putih ini, yaitu terkait peningkatan bantuan permodalan untuk UMKM. Hal ini menjadi penting, karena dengan tambahan modal kerja, UMKM-UMKM bisa melayani lebih banyak SPPG.

“Komoditasnya juga lebih beraneka ragam gitu ya,” imbuhnya.

Seto menjelaskan, survei dilaksanakan di 800 titik yang dipilih secara acak oleh sistem komputer. Adapun, beberapa wilayah yang menjadi titik survei antara lain di Halmahera.

“Ada yang di Papua, segala macam. Jadi ini bisa digambarkan merepresentasikan dari total keseluruhan populasi SPPG yang ada,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama