tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru bergerak cepat usai dilantik Presiden Prabowo Subianto, demi merebut kepercayaan masyarakat. Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan akan menempatkan para profesor, ahli gizi, hingga dokter spesialis anak untuk mengisi kursi Dewan Pengarah guna membimbing tata kelola dan memastikan standar pemenuhan gizi anak-anak terjaga.
“Di SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) sebetulnya dari Badan Gizi Nasional berdiri itu ada Dewan Pengarah, di Dewan Pengarah inilah akan kami isi dengan para profesor, ahli gizi dan juga profesor anak, dokter anak,” kata Nanik, dalam konferensi pers usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2026).
Dari tujuh orang yang menempati posisi dewan pengarah, setidaknya lima di antaranya akan diisi oleh ahli gizi dan dokter spesialis anak. Para ahli itulah yang nantinya akan menuntun para pimpinan BGN untuk dapat memenuhi standar pemenuhan gizi penerima manfaat, khususnya anak-anak.
“Jadi, nanti yang akan meng-guidance kami, yang akan membimbing kami nanti adalah Dewan Pengarah yang terdiri dari 7 orang. Mungkin di antara 7 orang itu 5 kemungkinan mereka adalah dari pakar-pakar gizi,” jelas Nanik.
Sementara itu, Nanik mengaku dalam kepemimpinannya ia akan fokus memperbaiki tata kelola BGN melalui beberapa langkah. Pertama, dengan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa mengubah penerima manfaat.
Selanjutnya, pihaknya juga akan melakukan moratorium titik-titik SPPG eksisting.
“Jadi, per hari ini jumlahnya titik dapur yang operasional berdasarkan virtual account itu 27.877. Nah, kita hentikan dulu ke situ. Kita akan tata apakah dapur ini sudah bisa melayani sebetulnya, dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya malah kelebihan. Kemudian, ini kita akan nanti dulu. Artinya, kita tidak buka yang baru dulu maupun pendaftarannya,” jelas Nanik.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id




























