tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang berkomitmen mengurangi ketergantungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026. Nanik membidik dana hibah luar negeri dan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan-perusahaan besar lainnya.
Dorongan penggunaan dana hibah luar negeri dan CSR perusahaan BUMN ini akan dikhususkan untuk pembangunan dapur MBG di wilayah-wilayah 3 T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).
“Tapi, untuk wilayah-wilayah yang belum digarap oleh investor kami akan coba kerjasamakan atau kita bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN atau mungkin ada hibah dari luar negeri atau mungkin juga kalau di tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar misalnya,” ungkapnya dalam konferensi pers usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2026).
Namun demikian, ia memastikan akan terlebih dahulu menyelesaikan pembangunan SPPG yang sudah dimulai para investor di daerah 3 T.
“kami akan mencoba mengurangi, tidak menggunakan APBN, ya. mencoba. Tapi tadi kami belum ke sini nih, sudah di demo nih oleh rupanya ada investor yang sudah membangun 3T, ini kami akan selesaikan bagaimana sebaiknya,” tambahnya.
Nanik menilai pembangunan SPPG menurutnya tidak membutuhkan banyak dana, sehingga pembangunan dapur MBG dari kantong CSR perusahaan dinilai tidak akan memberatkan perusahaan.
“Masa berinvestasi masuk sini bikin dapur untuk masyarakat di situ enggak mau? Kan enggak mahal juga. Mereka, kan, juga punya CSR,” tegasnya.
Sementara itu, dalam konferensi pers yang dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) di Kantor Pusat Badan Gizi Nasional, Nanik menyebut fokus utama BGN saat ini ada pada efisiensi anggaran. Pemerintah ingin menurunkan anggaran MBG dari sekitar Rp268 triliun melalui efisiensi, tanpa mengurangi jumlah penerima manfaat.
"Kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran. jadi kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang," ujar Nanik.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


























