Menuju konten utama

Waka BGN Akui Tata Kelola Belum Baik, Akan Evaluasi Menyeluruh

BGN akan mengevaluasi secara menyeluruh berbagai klaster permasalahan, mulai dari aspek data hingga efisiensi anggaran.

Waka BGN Akui Tata Kelola Belum Baik, Akan Evaluasi Menyeluruh
Prosesi pelantikan Agustina Arumsari sebagai wakil Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)

tirto.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, mengakui adanya permasalahan dalam tata kelola lembaga yang dipimpinnya. Agustina memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai klaster permasalahan, mulai dari aspek data hingga efisiensi anggaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Agustina jelang prosesi pelantikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

“Efektif dua hari inilah kami ke kantor. Jadi, beberapa permasalahan memang sudah kami lihat, seperti masalah data. Kemudian, juga ada beberapa klaster permasalahan yang mungkin kami akan refocusing penerima manfaat yang tujuannya itu adalah efisiensi anggaran. Bagaimana program ini akan tetap tercapai tujuannya," ujar Agustina kepada awak media.

Agustina menambahkan meski tujuan program pemerintah untuk menekan angka kelaparan pada anak-anak sangat mulia, dia mengakui tata kelolanya saat ini masih kurang optimal sehingga memicu berbagai sorotan.

“Jangan ada anak-anak Indonesia kelaparan. Itu tujuannya baik, tapi tata kelolanya tadi kurang baik sehingga ada permasalahan seperti yang sekarang. Kami diberi tugas untuk merapikan semuanya itu," tegasnya.

Terkait pola kepemimpinan, Agustina menjelaskan dia bersama Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang dan Wakil Kepala BGN lain, Mayjen TNI Trenggono, akan menerapkan sistem kolektif.

Langkah ini diambil untuk mengurai sekat-sekat birokrasi yang dinilai menghambat kolaborasi antardeputi.

"Kami sepakat sebenarnya bahwa untuk kepemimpinan kali ini, kami secara kolektif. Jadi, Kepala BGN, Wakil Ketua 1, Wakil Ketua 2-lah begitu ya. Tapi, kami tidak punya pembagian tugas secara khusus seperti mungkin nomenklatur yang dulu," ungkapnya.

Agustina berharap melalui pembenahan internal yang mencakup sumber daya organisasi hingga pelayanan eksternal, BGN dapat mencapai efisiensi yang optimal.

"Kami coba klaster, nanti pembenahannya ada internal, baik itu sumber daya, organisasi, dan sebagainya maupun terkait pelayanan kami ke eksternal," jelas Agustina.

Baca juga artikel terkait BGN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi