Menuju konten utama

Suku Bunga Acuan BI Turun, BRI Bakal Sesuaikan Bunga Deposito

Ini diharapkan dapat memberi ruang lebih luas bagi BRI untuk melakukan ekspansi pembiayaan secara selektif dan terukur.

Suku Bunga Acuan BI Turun, BRI Bakal Sesuaikan Bunga Deposito
Mantan Plt Dirut Hery Gunardi menyampaikan konferensi pers secara virtual hasil RUPS Luar Biasa Bank Mandiri di Jakarta, Rabu (21/10/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI, Hery Gunardi, mengatakan Perseroan bakal menyesuaikan bunga deposito, seiring dengan telah diturunkannya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) ke level 5,25 persen. Transmisi penurunan suku bunga acuan ini, diharapkan dapat memberi ruang lebih luas bagi BRI untuk melakukan ekspansi pembiayaan secara selektif dan terukur.

“Tentunya, perbankan termasuk BRI akan meng-adjust (menyesuaikan) juga pricing dananya, termasuk deposito. Terutama yang memang pricing-nya cukup tinggi,” ujar dia, dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Semester I 2025 BRI secara daring, Kamis (31/7/2025).

Dari sisi pendanaan, tren penurunan suku bunga acuan juga dinilai akan memperkuat likuiditas dan efisiensi struktur biaya dana (cost of fund) BRI. Pasalnya, penurunan suku bunga acuan Bank Sentral tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap penurunan biaya dana perbankan.

“Kita tahu, bahwa kondisi perbankan kita dari sisi likuiditasnya makin membaik. Jadi penurunan BI rate menjadi 5,25 persen ini adalah sinyal positif bagi perekonomian nasional dan juga memberikan angin segar bagi sektor perbankan termasuk Bank Rakyat Indonesia,” sambung dia.

Penurunan biaya dana ini, diakui Hery, sejalan dengan strategi BRI dalam mengoptimalkan pendanaan berbasis dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Karenanya, di sisa tahun 2025, Perseroan akan mendorong peningkatan kontribusi CASA melalui berbagai layanan perbankan BRI.

Perlu diketahui, porsi dana murah yang berhasil dihimpun Perseroan sampai akhir Juni 2025 mencapai 65,5 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp1.482,1 triliun. Pertumbuhan CASA ini mencapai 10,6 persen year on year (yoy), didorong oleh kenaikan dana giro yang tumbuh sebesar 16,1 persen (yoy) dan tabungan tumbuh sebesar 6,8 persen (yoy).

“Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, penurunan BI Rate membuka peluang akselerasi pertumbuhan kredit. Karena pasti akan ada transmisi gitu, ya. Dengan cost of fund yang menurun, artinya juga akan ada penyesuaian dari sisi lending rate (suku bunga pinjaman) dalam waktu yang sudah ditentukan, terutama (ke) sektor-sektor produktif seperti UMKM,” jelas Hery.

Baca juga artikel terkait BRI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra