Menuju konten utama

Sri Mulyani: Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal II Tetap Terjaga

KSSK masih waspadai ketidakpastian kondisi ekonomi global yang masih tinggi.

Sri Mulyani: Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal II Tetap Terjaga
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, Jumat (23/5/2025). Youtube/Kementerian Keuangan.

tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, stabilitas sistem keuangan Indonesia pada triwulan II 2025 tetap terjaga stabil di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Adapun ketidakpastian yang terjadi didorong oleh negosiasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan eskalasi ketegangan, baik geopolitik dan militer.

“Stabilitas sistem keuangan atau disingkat SSK pada triwulan II, jadi kita membuat asesmen untuk triwulan II 2025, stabilitas sistem keuangan 2025 tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” ujarnya, dalam Konferensi Pers, di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025).

Meski begitu, ketidakpastian yang masih tinggi ini pun mendorong Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menyikapi kondisi ini dengan waspada.

Tidak hanya itu, KSSK juga berkomitmen untuk memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan antarlembaga untuk memastikan kebijakan yang dibuat dapat memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Yaitu kebijakan fiskal di Kementerian Keuangan, kebijakan moneter, makroprudensial dan payment sistem di tempatnya Pak Gubernur (Bank Indonesia, Perry Warjiyo), kebijakan sektor keuangan dan pengawasan, serta regulasi sistem keuangan di OJK serta Lembaga Penjamin Simpanan,” sambung Ani, sapaan Sri Mulyani.

Dengan koordinasi kebijakan antarlembaga ini, Bendahara Negara itu optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025 akan tetap terjaga, dengan konsumsi dan daya beli masih tumbuh positif. Hal ini dibarengi dengan aktivitas dunia usaha yang masih resilien.

“Didukung oleh peranan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) di dalam menjalankan fungsi counter cyclical maupun di dalam memperbaiki distribusi dan efektivitas market. Stimulus ekonomi telah diluncurkan oleh pemerintah pada kuartal I serta kuartal II,” jelas Ani.

“Serta dorongan dari program-program pemerintah yang mulai berjalan, juga dukungan terhadap sektor-sektor prioritas yang memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambanhnya.

Baca juga artikel terkait KSSK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana