Menuju konten utama

Sri Mulyani Siapkan Rp10,8 Triliun untuk Stimulus di Kuartal III

Stimulus ini diharpkan bisa dongkrak konsumsi masyarakat di periode Juli-September.

Sri Mulyani Siapkan Rp10,8 Triliun untuk Stimulus di Kuartal III
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (28/7/2025). ANTARA FOTO/Fauzan/nz

tirto.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengaku telah mengalokasikan dana sebesar Rp10,8 triliun untuk paket stimulus yang mulai digulirkan di kuartal III 2025. Dengan dorongan stimulus ini, dia berharap konsumsi masyarakat di periode Juli-September bisa semakin terdongkrak, dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di sisa 2025.

"Untuk triwulan III, kita akan terus masih ada Rp10,8 triliun stimulus aktivitas ekonomi yang akan terlaksana di triwulan III yang kita harapkan juga akan memberikan momentum pada bulan Juli yang baru saja kita lewati, dan nanti di bulan Agustus ini diharapkan momentumnya tetap terjaga," katanya, dalam Konferensi Pers, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).

Meski demikian, Sri Mulyani masih enggan memperinci stimulus apa saja yang akan diberikan ke masyarakat dari alokasi tersebut. Hanya saja, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sempat menjelaskan bahwa di sisa 2025, akan ada sejumlah stimulus mulai dari diskon transportasi untuk tarif tiket pesawat, kereta api dan tarif jalan tol hingga pemberian pajak pertambahan nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) 100 persen untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun selama periode Juli-Desember.

Menurut Bendahara Negara stimulus cukup efektif untuk mempertebal laju konsumsi masyarakat di kuartal II kemarin. Terbukti, dengan menggugurkan stimulus senilai Rp24,4 triliun, ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran 5,12 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh hingga 4,97 persen (yoy).

Selain itu, inflasi juga berhasil dijaga agar tetap rendah di kisaran 2,18 persen. "Dan juga pengeluaran masyarakat, terutama untuk bidang transportasi, restoran, sejalan dengan mobilitas masyarakat terutama pada masa libur sekolah, yang waktu itu memang merupakan target pemerintah untuk menstimulasi kegiatan ekonomi masyarakat melalui berbagai insentif yang diberikan termasuk tarif transport yang di-discount atau PPN yang diturunkan," jelas Sri Mulyani.

Baca juga artikel terkait STIMULUS FISKAL atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana