Sri Mulyani Ramal Ekonomi Global akan Melemah, Ini Sebabnya

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 10 Agu 2022 08:08 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani meramalkan pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelemahan pada tahun 2022 dan 2023.
tirto.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelemahan pada tahun 2022 dan 2023. Hal tersebut disebabkan meningkatnya risiko stagflasi, ketidakpastian pasar keuangan global, dan tekanan inflasi, serta situasi geopolitik.

“Lingkungan global kita akan menjadi melemah, sementara tekanan inflasi justru meningkat,” kata Sri Mulyani, di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Sri Mulyani menuturkan IMF menurunkan proyeksi ekonomi global dari 3,6 persen ke 3,2 persen untuk tahun 2022 dan tahun 2023 akan lebih lemah lagi dari 3,6 persen ke 2,9 persen. Sementara, IMF juga memprediksi inflasi negara maju tahun 2022 akan naik hingga 6,6 persen dan negara-negara berkembang akan berada pada level 9,5 persen.

“Dengan adanya kenaikan inflasi yang sangat tinggi di negara maju, terjadi reaksi dari sisi kebijakan moneter dan likuiditas yang diperketat. Ini memacu apa yang disebut capital outflow dan volatilitas di sektor keuangan. Inilah yang harus kita terus kelola di dalam negeri,” ungkapnya.

Bendahara Negara itu menilai kondisi tersebut menjadi suatu persoalan yang perlu diatasi bersama. Caranya dengan melakukan kombinasi dari kebijakan fiskal, moneter, maupun kebijakan struktural.

“Kami bersama Gubernur Bank Indonesia akan terus meramu kebijakan fiskal dan moneter secara fleksibel, namun juga pada saat yang sama efektif dan kredibel,” pungkasnya.





Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI GLOBAL atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight