Menuju konten utama

Sosok Praka Farizal Romadhon, Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Praka Farizal Romadhon seharusnya kembali ke Indonesia pada Mei 2026 setelah menuntaskan misi kemanusiaan di Lebanon.

Sosok Praka Farizal Romadhon, Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Warga melintas di dekat karangan bunga dukacita saat melayat di kediaman almarhum Praka Farizal Rhomadhon, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, D.I Yogyakarta, Selasa (31/2/2026). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom.

tirto.id - Sekira pukul 20.44 waktu Lebanon pada Minggu (29/3/2026), seorang sosok prajurit yang dikenal rajin ibadah dan ramah, gugur akibat serangan artileri yang menghantam area Indobatt UNP 7-1 di Kota Adshit Al-Qusyar, Lebanon Selatan.

Namanya Praka Farizal Romadhon. Ia adalah anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S pada misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Semasa dinas almarhum dikenal sangat rajin beribadah. Orangnya ramah, loyalitas sangat tinggi kepada atasan,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda, Kolonel Inf T Mustafa Kamal, di Banda Aceh, Selasa (31/3/2026) dilansir dari Antara.

Mustafa Kamal menjelaskan Praka Farizal mendapat tugas pertama sebagai prajurit di Aceh, dan pada April 2026 ini, ia akan genap sembilan tahun mengabdi sebagai prajurit TNI di Tanah Rencong.

Menurut Mustafa Kamal, kepergian almarhum yang gugur dalam menjalankan tugas negara yang tergabung dengan Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan segenap jajaran TNI, tapi juga oleh seluruh bangsa Indonesia.

Praka Farizal Romadhon meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila, dan seorang anak, Shanaya Almahyra Elshanu yang berumur dua tahun. Mereka saat ini berdomisili di Asrama militer Kima Yonif 113/JS Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

“Informasi yang kami peroleh almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya,” kata Mustafa Kamal.

Ia menuturkan dedikasi dan loyalitas yang ditunjukkan almarhum selama mengemban misi perdamaian dunia di Lebanon adalah bukti nyata profesionalisme prajurit TNI di tingkat internasional.

“Kodam Iskandar Muda siap memberikan yang terbaik kepada keluarga prajurit TNI yang gugur dalam mengemban tugas mulia untuk negara dan bangsa. TNI menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Seluruh hak-hak prajurit yang gugur maupun yang terluka akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Ia menambahkan pengorbanan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian dunia bukan tanpa risiko, tetapi tetap dijalankan dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab demi nama baik bangsa dan negara.

Almarhum hampir menuntaskan masa tugasnya di Lebanon dan dijadwalkan kembali ke Tanah Air untuk berdinas di kesatuannya serta berkumpul bersama keluarga di Asrama Militer Kima Yonif 113/JS, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Praka Farizal Romadhon bergabung bersama 467 personel Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S UNIFIL dalam misi perdamaian PBB di Lebanon yang dimulai pada April 2025.

Kontingen tersebut dilepas langsung oleh Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Suami dari Fafa Nur Azila itu sedianya akan kembali ke Tanah Air pada Mei 2026 setelah menuntaskan misi kemanusiaan di Lebanon. Namun sebelum tugas mulia tersebut rampung, ayah satu anak itu telah berpulang untuk selamanya.

Hingga kini, TNI masih menunggu hasil investigasi UNIFIL terkait serangan tersebut. Investigasi dilakukan untuk memperoleh informasi lengkap mengenai pelaku serta motif di balik serangan itu. Menyusul insiden tersebut, TNI juga akan menginstruksikan prajurit untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas perdamaian di Lebanon.

Baca juga artikel terkait PASUKAN PERDAMAIAN PBB

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto