tirto.id - Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) tengah mempersiapkan strategi alternatif atau rencana kontijensi untuk mengamankan WNI yang ada di Meksiko. Hal ini terkait dengan kondisi Meksiko yang kian mencekam dan penuh teror, imbas terbunuhnya Nemesio "El Mencho" Oseguera, pemimpin kartel narkoba top di negara itu.
"KBRI telah memiliki rencana kontijensi yang sewaktu-waktu dapat diimplementasikan apabila dipandang diperlukan," kata Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, dalam keterangan resmi yang Tirto terima, Selasa (24/2/2026).
Berdasar catatan KBRI Meksiko, jumlah WNI yang ada di negara tersebut mencapai 481 orang. Mereka bekerja di lintas sektor seperti pegawai perusahaan, terapis pijat, hingga rohaniawan. Meski kondisi mencekam, namun Heni menyampaikan bahwa situasi di Meksiko secara perlahan berangsur pulih untuk kembali normal.
"Hingga saat ini seluruh WNI yang tinggal dan bekerja di Meksiko, terutama di Negara Bagian Jalisco dalam keadaan baik dan seluruhnya sedang membatasi kegiatan di luar rumah," ungkapnya.
Meski demikian, KBRI Meksiko dan Konsul Kehormatan RI terus memantau kondisi WNI di wilayah tersebut sembari menyiapkan rencana kontijensi penyelamatan.
"KBRI Meksiko dan Konsul Kehormatan RI terus memantau situasi dan menjalin komunikasi dengan para WNI untuk memantau kondisi mereka," ungkapnya.
Sebelumnya, diberitakan El Mencho selaku bos kartel narkoba tewas dalam operasi militer gabungan bersama Joint Interagency Task Force-Counter Cartel (JITF-CC) Amerika Serikat yang baru dibentuk pada Januari lalu.
Akibatnya, anak buah El Mencho, yang tergabung dalam Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) melakukan serangan balasan. Mereka melakukan penembakan, aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil di Meksiko.
Warga yang tak terlibat terpaksa mengevakuasi dengan mengunci diri di rumah. Beberapa sekolah meniadakan pembelajaran pada Senin (23/2).
Penulis: Irfan Amin
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id

































