Menuju konten utama

Siapa Gilbert Lumoindong, Ada Kasus Apa, dan Mengapa Datangi JK?

Siapa Pendeta Gilbert Lumoindong yang khutbahnya menjadi viral, ada kasus apa, dan mengapa datangi Jusuf Kalla?

Siapa Gilbert Lumoindong, Ada Kasus Apa, dan Mengapa Datangi JK?
Gilbert Lumoindong. instagram/pastorgilbertl

tirto.id - Potongan video ceramah Pendeta Gilbert Lumoindong menimbulkan kontroversi. Jusuf Kalla (JK) selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) memberikan respons setelah didatangi Pendeta Gilbert.

Media sosial diramaikan rekaman video khotbah Pendeta Gilbert dalam sebuah forum. Ia menyinggung urusan zakat umat Islam yang hanya 2,5 persen, sedangkan Kristen 10 persen.

"Saya Islam diajari bersih sebelum sembahyang, cuci semuanya. Saya bilang, lu 2,5 (persen) gua 10 persen, bukan berarti gua jorok, disucikan oleh darah Yesus," kata Pendeta Gilbert Lumoindong.

Tak hanya itu, Pendeta Gilbert juga ikut menirukan gerakan sholat hingga membanding-bandingkan dengan ibadah umat Kristen di gereja. Kasus Gilbert Lumoindong lantas menjadi viral dan menimbulkan kontroversi.

Siapa Pendeta Gilbert Lumoindong?

Pendeta Gilbert Lumoindong dilahirkan pada 26 Desember 1966. Sejak usia 17 tahun, Gilbert muda sudah aktif mengisi khutbah.

Kariernya berlanjut setelah merampungkan pendidikan di School of Ministry. Gilbert juga ikut mempelajari Alkitab di GBI Mawar Sharon. Isi khutbahnya lalu dianggap mendapatkan sambutan luar biasa.

Setelah itu, Gilbert Lumoindong belajar di Lembaga Pendidikan Teologi (1990) dan Institut Teologi dan Pendidikan Indonesia. Gilbert kemudian didapuk sebagai ketua Gospel Overseas (1993-1997) dan membikin GL Ministry (1998).

Pendeta Gilbert Lumoindong dan sang istri, Reinda M. Lumoindong, lalu menjadi pemimpin sidang jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI), Glow Fellowship Centre, di Jakarta.

Pendeta Gilbert Minta Maaf & Datangi Jusuf Kalla

Pada Senin (15/4/2024), Pendeta Gilbert Lumoindong mendatangi Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) di kediamannya.

Pendeta Gilbert minta maaf atas kegaduhan yang diakibatkan isi khotbah. Menurutnya, khotbah tersebut bukan untuk konsumsi umum. Akan tetapi, khusus disampaikan bagi internal jamaahnya.

"Untuk itu sekali lagi saya meminta maaf atas segala kegaduhan. Beberapa catatan yang perlu saya garis bawahi yang pertama pasti tidak ada niat saya untuk mengolok-olok apalagi menghina, sama sekali tidak," ucap Pendeta Gilbert, dikutip via Detiknews.

Ia menambahkan, jemaat sebenarnya ada dua, yakni jemaaat di gereja dan online. Alhasil, ceramahnya secara otomatis bisa dinikmati via Youtube.

"Lalu kemudian beberapa hal juga yang perlu diketahui yg kedua itu adalah ibadah intern yang tidak berlaku untuk umum. Tetapi karena jemaat kita ada dua, ada jemaat gereja, ada jemaat online. Jadi otomatis ada di YouTube kami. Tetapi itu jelas ada tulisan ibadah Minggu. Jadi karena itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk umum," lanjutnya.

Sementara Jusuf Kalla (JK) sebagai Ketua DMI sekaligus eks Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 berharap agar masyarakat dapat memaafkan Pendeta Gilbert Lumoindong yang isi ceramahnya viral.

"Saya didatangi dan berjumpa dengan Pendeta Gilbert dan juga teman-temannya. Saya ditemani oleh Profesor Kamaruddin dan Profesor Imam, Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI). Tadi kami dijelaskan oleh Pak Pendeta tentang video yang beredar yang menimbulkan tentu banyak pihak terkejut," katanya.

"Saya sih terkejut, kecewa juga waktu melihat itu dan dijelaskan, karena bagi saya hidup di negeri yang tercinta ini kita saling menghargai satu sama lain. Apapun agama kita, kita harus toleransi. Untuk toleransi harus saling menghargai. Dalam Islam itu ayatnya lakum dinukum waliyadin, agama saya agama saya dan agamamu agamamu. Kita saling menghargai tapi tidak saling mengkritik ataupun menghina apalagi," sambungnya.

JK meminta untuk tidak lagi menonton isi khotbah Pendeta Gilbert tersebut lantaran ada bagian yang diedit. Jusuf Kalla memberikan contoh beberapa kasus agama bisa sangat berbahaya hingga menimbulkan konflik, seperti yang terjadi di Poso hingga Ambon.

Oleh sebab itu, JK menghimbau kepada umat Islam agar mau memaafkan kasus Gilbert Lumoindong.

Baca juga artikel terkait VIRAL atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Dipna Videlia Putsanra