tirto.id - PT Shell Indonesia menegaskan bahwa rencana perusahaan untuk melepaskan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia tidak terkait dengan seretnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) belakangan ini.
Vice President Corporate Relations, Shell Indonesia, Susi Hutapea, menjelaskan bahwa tidak ada kaitan antara rencana Shell untuk mengalihkan kepemilikan SPBU Shell ke perusahaan patungan Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.
Terlebih rencana untuk melepas bisnis SPBU Shell Indonesia ke pihak lain ini sudah bergulir sejak Mei lalu.
“Tidak ada kaitannya ya antara stok BBM dan proses pengalihan kepemilikan SPBU Shell ke Citadel-Sefas,” katanya saat dikonfirmasi Tirto, Sabtu (27/9/2025).
Pengalihan kepemilikan bisnis ini tidak mencakup bisnis pelumas Shell yang berkembang di Indonesia.
Susi pun menekankan bahwa kegiatan operasional bisnis SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa hingga penyelesaian proses pengalihan kepemilikan ini.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan mengantisipasi hasil positif dalam proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU Shell di Indonesia,” ucapnya.
Meskipun kepemilikan SPBU Shell yang ada di Indonesia sudah beralih kepemilikan, namun Susi menegaskan bahwa merek Shell tetap akan digunakan.
Ia pun memastikan bahwa pengelola yang baru tetap akan mempertahankan kualitas BBM yang diberikan ke masyarakat.
“Setelah proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU ini selesai, merek Shell akan tetap berada di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek, produk BBM akan dipasok melalui Shell dan pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi,” tambahnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa untuk mengatasi kelangkaan BBM di SPBU swasta, pemerintah telah mengizinkan adanya impor. Namun, alih-alih dengan kuota baru, impor dijalankan menggunakan kuota Impor Pertamina yang sudah ada.
"Mulai hari ini, sudah dibicarakan. Nanti harus dilanjutkan dengan rapat teknis, stoknya, dan kemudian insyaallah pada nambah 7 hari, barang boleh bisa masuk di Indonesia," kata Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






































