Sesi KTT G7, Jokowi Dorong Solusi Krisis Pangan bagi 323 Juta Orang

Reporter: Andrian Pratama Taher - 28 Jun 2022 10:15 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Jokowi memaparkan 323 juta orang terancam kerawanan pangan dan meminta negara-negara G7 mencari solusi krisis pangan bersama.
tirto.id - Presiden Jokowi mendorong agar negara G7 bersama G20 untuk menyelesaikan krisis pangan bersama. Ia mengingatkan bahwa ratusan juta orang di berbagai negara terancam kelaparan dan negara-negara G7 bersama G20 memiliki peran penting dalam penyelesaian krisis pangan.

“323 juta orang di tahun 2022 ini, menurut World Food Programme, terancam menghadapi kerawanan pangan akut. G7 dan G20 memiliki tanggung jawab besar untuk atasi krisis pangan ini. Mari kita tunaikan tanggung jawab kita, sekarang, dan mulai saat ini,” tegas Jokowi saat menyampaikan pandangannya pada KTT G7 sesi II dengan topik ketahanan pangan dan kesetaraan gender, yang berlangsung di Elmau, Jerman, Senin (27/6/2022) waktu setempat.

Jokowi menuturkan bahwa pangan adalah masalah hak asasi manusia paling dasar. Perempuan dari keluarga miskin diklaim akan paling menderita dalam menghadapi isu kekurangan pangan bagi anak dan keluarga. Oleh karena itu, Jokowi mendorong peningkatan produksi pangan sebagai solusi.

“Kita harus segera bertindak cepat mencari solusi konkret. Produksi pangan harus ditingkatkan. Rantai pasok pangan dan pupuk global, harus kembali normal,” ucap mantan Wali Kota Surakarta itu.

Selain itu, Jokowi menilai G7 perlu mendukung upaya reintegrasi ekspor gandum Ukraina dan ekspor pangan serta pupuk Rusia dalam rantai pasok global. Jokowi menawarkan dua rencana. Pertama, ia ingin negara-negara G7 dan G20 bersama-sama memfasilitasi ekspor gandum Ukraina kembali berjalan. Kedua, komoditas pangan dan pupuk Rusia tidak dikenakan sanksi.

“Komunikasi intensif ini perlu sekali dilakukan sehingga tidak terjadi keraguan yang berkepanjangan di publik internasional. Komunikasi intensif ini juga perlu dipertebal dengan komunikasi ke pihak-pihak terkait seperti Bank, asuransi, perkapalan dan lainnya,” jelas eks Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi menaruh perhatian besar pada dampak perang terhadap rantai pasok pangan dan pupuk. “Khusus untuk pupuk, jika kita gagal menanganinya, maka krisis beras yang menyangkut 2 miliar manusia terutama di negara berkembang dapat terjadi,” ungkap Jokowi.

Di akhir pidato, Jokowi pun berharap para pemimpin G7 bersedia hadir dalam KTT G20 di Bali. Ia berharap para pemimpin G7 bersedia hadir di KTT G20 Indonesia pada pertengahan November 2022 mendatang.

“Saya tunggu para pemimpin G7 untuk hadir dalam KTT G20. Sampai jumpa di Bali, 15-16 November 2022,” tutup Jokowi.


Baca juga artikel terkait KTT G7 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri

DarkLight