tirto.id - Militer Israel mengatakan telah mengirimkan gelombang serangan besar ke ibukota Iran, Teheran pada Sabtu (7/3/2026) dini hari. Segera setelah itu, media pemerintah Iran mengonfirmasi, serangan Israel itu telah menghantam daerah dekat Bandara Mehrabad di Teheran.
Dua warga Teheran yang tinggal di dekat bandara mengatakan melalui pesan teks bahwa bandara tersebut tampaknya mengalami kerusakan parah. Mereka juga mengatakan dapat melihat sesuatu yang tampak seperti pesawat-pesawat komersial terbakar di landasan parkir pesawat.
Meski begitu, pihak militer Israel tidak segera menanggapi pertanyaan mengenai apakah mereka telah menyerang bandara tersebut.
Mengutip The New York Times, serangan baru di Teheran ini terjadi beberapa jam setelah terungkap bahwa para pejabat AS percaya Rusia telah memberikan informasi intelijen kepada Iran selama perang AS-Israel, termasuk informasi terkait citra satelit yang menunjukkan lokasi kapal perang dan personel militer AS-Israel. Keterlibatan Rusia ini sekaligus menjadi indikasi terbaru bahwa konflik Timur Tengah sedang meluas.
Bagaimana tidak, pembagian informasi oleh Rusia dapat semakin memperumit hubungan antara Washington dan Moskow, meskipun beberapa pejabat meremehkan pentingnya hal itu. Mereka menunjukkan bahwa Rusia telah lama memberikan informasi serupa kepada Iran, dan belum jelas apakah Teheran benar-benar dapat memanfaatkannya.
Sementara itu, pengeboman di Iran dan Lebanon terus berlanjut tanpa henti pada Jumat (6/3/2026), akibatnya harga minyak dan gas kembali melonjak. Hal ini menjadi tanda lain bahwa perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang kini hampir memasuki pekan pertama, telah menimbulkan dampak ekonomi di berbagai belahan dunia.
Presiden AS, Donald Trump, pada Jumat menuntut “penyerahan tanpa syarat” dari Iran melalui sebuah unggahan di media sosial, yang menjadi tujuan paling keras yang ia sampaikan sejauh ini terkait perang tersebut. Tuntutan ini juga dapat menjadi pertanda bahwa konflik di Timur Tengah bisa berlangsung jauh lebih lama.
Di sisi lain, Jumat sore, para pejabat Israel mengatakan bahwa pasukan mereka telah menghancurkan sebuah bunker bawah tanah yang sebelumnya digunakan oleh pemimpin tertinggi Iran sebelum ia tewas pekan lalu.
Militer Israel juga menggempur wilayah pinggiran selatan Beirut dan mengeluarkan lebih banyak peringatan evakuasi di Lebanon, seiring mereka meningkatkan kampanye militer di sana terhadap militan Hizbullah yang didukung Iran. Sekitar 300.000 orang di Lebanon telah melarikan diri dari rumah mereka sejak pengeboman dimulai, menurut perkiraan Norwegian Refugee Council.
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan gelombang drone dan rudal ke Israel, menurut pernyataan pasukan tersebut yang dilaporkan oleh IRNA, kantor berita negara Iran. Sirene serangan udara berbunyi di Tel Aviv, dan militer Israel mengatakan bahwa mereka mendeteksi peluncuran rudal dari Iran, meskipun belum ada laporan langsung mengenai kerusakan besar.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id





























