Menuju konten utama

Sejarah Air Zamzam, Asal Mula Kemunculan, dan Keutamaannya

Sejarah air zam zam tidak bisa dilepaskan dari peristiwa yang terjadi di zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Berikut asal usul selengkapnya.

Sejarah Air Zamzam, Asal Mula Kemunculan, dan Keutamaannya
Ilustrasi Air Zam Zam. foto/istockphoto

tirto.id - Sejarah air zam-zam tidak bisa dilepaskan dari peristiwa yang terjadi di zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Dan oleh sebab sejarahnya yang panjang, asal mula air zam-zam patut diketahui.

Bagi umat Muslim, sejarah munculnya mata air zamzam adalah peristiwa besar yang mengandung banyak manfaat. Sebagai mata air, air zam zam terletak di sekitar ka’bah dan digunakan sebagai sumber kehidupan oleh masyarakat sekitar, bahkan jutaan jemaah di tengah berlangsungnya ibadah haji.

Di samping sejarah air zam-zam yang luhur, air zamzam juga mempunyai keistimewaan. Salah satunya ialah sumbernya yang tidak pernah kering sejak awal kemunculannya. Selebihnya, keistimewaan air zam zam terletak pada sejumlah keutamaannya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis.

Sejarah Air Zam Zam

Air zamzam untuk jamaah haji tiba di Makassar

Petugas mengecek tumpukan kotak berisi satu botol air zamzam setibanya di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/5/2025). ANTARA FOTO/Arnas Padda/nym.

Dikutip dari laman NU Online, dalam bahasa Arab, zam zam artinya ‘melimpah’ atau ‘banyak’. Dan secara umum, nama dan sejarah air zam zam merujuk pada sumber mata air yang memancar akibat entakan dari kaki Nabi Ismail.

Sejarah air zam zam bermula dari kisah Nabi Ibrahim yang menikah dengan Siti Hajar atas permintaan dari istrinya yang bernama Sarah. Diceritakan, Sarah sudah tidak muda lagi dan belum bisa memberikan Nabi Ibrahim keturunan. Seiring berjalannya waktu, Sarah meminta Nabi Ibrahim untuk menikah lagi dengan Hajar yang merupakan hadiah pemberian dari Raja Mesir.

Awalnya, Nabi Ibrahim tidak serta-merta menerima permintaan Sarah tersebut. Namun, didorong oleh bujukan yang datang tanpa henti dari Sarah, Nabi Ibrahim akhirnya bersedia untuk menikahi Hajar. Tak berselang lama setelah menikah akhirnya Hajar melahirkan anak seorang bayi laki-laki yang kemudian diberi nama Ismail.

Masa demi masa berlalu. Kehadiran Ismail lambat laun membuat Sarah merasa cemburu. Sarah kemudian meminta Nabi Ibrahim untuk menjauhkan Ismail dan Hajar darinya. Melalui petunjuk Allah SWT, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk membawa dan meninggalkan Hajar dan bayinya, Ismail, di sebuah lembah yang sepi, tandus, dan jauh dari permukiman.

Nabi Ibrahim segera menunaikan perintah Allah tersebut. Ia membawa Ismail dan Hajar, lalu meninggalkan mereka dengan bekal seperti air dan kurma. Meski tampak menyakitkan, Nabi Ibrahim dan Hajar ikhlas menerimanya dengan lapang dada.

Singkat cerita, ketika bekalnya kian mendekati penghabisan, Ismail mulai menangis karena kelaparan dan haus. Didorong rasa gelisah dan panik, Hajar kemudian berlari-lari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah untuk mencari makanan maupun minuman yang hampir mustahil ditemukan.

Hajar sempat putus asa dan kembali mendekati Ismail yang masih menangis. Tanpa disangka, sebuah keajaiban menghampiri. Saat Ismail menangis sambil mengentak-entakkan kakinya ke tanah, tiba-tiba saja muncul mata air. Hajar lekas-lekas memberi Ismail minum melalui mata air tersebut. Seusai melewati sejarah ribuan tahun lamanya, mata air itu tetap pada tempatnya dan diberi nama air zam zam.

Keutamaan Air Zamzam Menurut Ajaran Islam

Ilustrasi Air Zam Zam

Ilustrasi Air Zam Zam. foto/istockphoto

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas, Nabi Muhammad suatu waktu bersabda, “Air yang paling baik di muka bumi adalah air zam zam. Ia dapat menjadi makanan yang mengenyangkan dan obat yang menyembuhkan penyakit.”

Dari keterangan hadis tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada dua khasiat air zam zam. Pertama, menjadi makanan yang mengenyangkan. Air zamzam dapat berfungsi tidak hanya sebagai minuman yang menyegarkan, namun juga sebagai makanan yang mengenyangkan.

Ada beberapa kisah yang ‘mengamini’ hal itu, salah satunya cerita Abu Dzar. Suatu hari, Nabi Muhammad bertanya kepada Abu Dzar soal kehidupannya di Makkah dan siapa yang memberinya makan. Abu Dzar lalu menjawab bahwa ia sudah sebulan tinggal di Makkah. Selama itu pula, ia mengaku tidak memiliki makanan, kecuali air zam zam. Meski begitu, Abu Dzar tidak merasa lapar.

“Sesungguhnya air zam zam itu diberkati, sesungguhnya ia adalah makanan yang bergizi,” ucap Nabi Muhammad merespons Abu Dzar seperti yang tertera dalam hadis riwayat Muslim. (Shahih Muslim: 6513)

Kedua, sejarah air zam zam juga membuktikan bahwa ia mampu menjadi obat yang menyembuhkan penyakit. Khasiat air zam zam sebagai obat bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti demam, gangguan penglihatan, pusing, dan lain-lain.

Ulama besar bernama Ibnu Qayyim al-Jawziyah, dalam buku Mekkah: Kota Suci, Kekuasaan, dan Teladan Ibrahim, mengaku sembuh dari penyakitnya sesudah meminum air zam zam. Sang ulama juga memaparkan semacam testimoni kalau orang-orang yang meminum air zam zam memiliki kekuatan fisik yang besar, utamanya saat mengelilingi Ka’bah untuk tawaf.

Tidak hanya dua khasiat di atas, ada pula keyakinan yang berkembang di tengah umat Islam perihal air zam zam. Ada yang meyakini bahwa air zam zam bisa mempengaruhi kinerja otak dan membuat cerdas dan pandai. Sebagian yang lain yakin bahwa dengan meminum air zam zam, maka seseorang akan mendapatkan kemudahan dalam menghafal, terutama materi pelajaran atau Al-Qur’an.

Apa Saja Kandungan Air Zamzam?

Air zamzam untuk jamaah haji tiba di Makassar

Petugas mengecek tumpukan kotak berisi satu botol air zamzam setibanya di Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/5/2025). ANTARA FOTO/Arnas Padda/nym.

Fakta menarik berikutnya mengenai air zam zam ialah kandungannya. Berdasarkan hasil penelitian, sejumlah peneliti menunjukkan bahwa setiap tetes air zam zam setara dengan kandung air dalam seribu tetes air biasa.

Air zam zam tidak sebatas cairan penyegar dahaga semata, namun juga dapat digunakan sebagai media untuk melakukan perkuatan terhadap sel tubuh manusia. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh seorang ilmuwan Jerman dan kepala pusat medis terbesar di Munich, Knut Pfeiffer. Pfeiffer menjelaskan, air zam zam dapat memperkuat sel-sel dalam tubuh manusia.

Tidak berhenti sampai di situ, air zam zam sangat kaya akan kandungan kalsium, sehingga hal itu baik untuk memperkuat jaringan tulang dan gigi manusia. Bahkan air zam zam juga mengandung fluorida tingkat tinggi guna menyeimbangkan kadar kalsium dalam tubuh manusia untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA 2025 atau tulisan lainnya dari Muhammad Faisal Akbar

tirto.id - Edusains
Kontributor: Muhammad Faisal Akbar
Penulis: Muhammad Faisal Akbar
Editor: Yulaika Ramadhani