Menuju konten utama

Satgas Pangan Polri Periksa 25 Pemilik Merek Beras Kemasan 5 Kg

Satgas Pangan Polri tengah memeriksa 25 pemilik merek beras kemasan 5 kilogram menyusul temuan beras oplosan.

Satgas Pangan Polri Periksa 25 Pemilik Merek Beras Kemasan 5 Kg
Kepala Satgas Pangan Mabes Polri Brigjen Helfi Assegaf usai mengiuti rapat koordinasi mengenai bahan pokok jelang Ramadhan di Kementerian Pertanian, Rabu (19/2/2025). tirto.id/Ayu Mumpuni

tirto.id - Satgas Pangan Polri telah memeriksa 22 saksi terkait dugaan ketidaksesuaian mutu beras yang ditemukan di pasaran. Kasus ini tengah didalami setelah Kementerian Pertanian menemukan sejumlah mutu beras tidak sesuai dengan komposisi tertera alias oplosan.

"Penyidik satgas pangan Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 6 PT dan 8 Merek Beras kemasan 5 Kg, sehingga total saksi yang diperiksa saat ini ada 22 orang," kata Kasatgas Pangan Polri, Brigjen Helfi Assegaf, kepada wartawan, Selasa (15/7/2025).

Helfi mengatakan pemeriksaan tersebut untuk pendalaman ada atau tidaknya perbuatan melawan hukum atas dugaan penjualan beras dalam kemasan yang tidak sesuai komposisi tertera pada kemasannya. Helfi mengungkap, hingga saat ini tim penyidik terus melakukan pemeriksaan kepada para pihak lainnya.

"Mulai hari ini penyidik Satgas Pangan Polri melakukan pemeriksaan terhadap 25 pemilik merek beras kemasan 5 Kg lainnya," tutur Helfi.

Sebelumnya, Satgas Pangan Polri melakukan pemeriksaan kepada empat produsen beras. Pada pemeriksaan awal itu, para produsen hadir memenuhi panggilan Satgas Pangan Polri.

Keempat produsen yang dilakukan pemeriksaan itu adalah, Wilmar Group atas produk SOvia Fortune. Pemeriksaan dilaukan setelah Satgas Pangan Polri melakukan pengecekan dan pemeriksaan 10 sampel dari Aceh, Lampung, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, dan Jabodetabek.

Pihak kedua yang dilakukan pemeriksaan adalah PT Food Station Tjipinang Jaya dengan produk merk Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos. Pemeriksaan dilakukan setelah mengambil sembilan sampel dari Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Pemerisaan ketiga dilakukan kepada pihak PT Belitang Panen Raya dengan produk Raja Platinum, dan Raja Ultima. Pemeriksaan setelah tim penyidik mengambil tujuh sampel yang bersumber dari Sulawei Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Aceh, dan Jabodetabek.

Terakhir, pemeriksaan kepada PT Sentosa utama Lestari/Japfa Group Ayana. Pemeriksaan dilakukan usai mengambil tiga sampel dari Yogyakarta dan Jabodetabek.

Baca juga artikel terkait BERAS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama