tirto.id - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri telah merilis dugaan praktik pengoplosan beras. Adanya praktik pengoplosan beras ini diduga melibatkan jaringan mafia pangan yang sangat merugikan masyarakat.
Hasil investigasi dari Kementan pun memperlihatkan kecurangan terkait beberapa hal, misalnya penurunan mutu dan bobot, serta permainan harga di pasar. Masalah lainnya adalah adanya ketimpangan informasi pedagang dan konsumen, hingga permasalahan rantai pasok.
Tak tanggung-tanggung, akibat kasus ini, Kementan menemukan adanya potensi kerugian masyarakat sampai dengan Rp99,35 triliun pertahun. Mentan pun melaksanakan pemeriksaan akurat menggunakan 13 laboratorium yang tersebar di 10 provinsi.
Kementan dan Satgas Pangan Polri sudah memberikan pernyataan bahwa sedang memanggil pemeriksaan ke beberapa perusahaan produksi beras diduga oplosan. Terkuak ada beberapa nama produk beras yang sudah dirilis agar masyarakat bisa berhati-hati.
Daftar Merek Beras Premium yang Diduga Oplosan Menurut Mentan
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan pernyataan bahwa ada 212 dari 268 merek beras yang tak sesuai standar. Adapun penilaian standar tersebut mulai kualitas, berat, hingga harganya.
Mentan mengecek beras premium yang tersebar di kalangan masyarakat menggunakan 136 sampel. Dari pengecekan tersebut, terbukti 85,56 persen beras yang ditemukan tidak memenuhi standar mutu.
Kemudian, ada 59,78 persen produk yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Lalu sisanya sebanyak 21,66 persen diketahui tidak penuhi ketentuan berat kemasan. Produk dari beras oplosan sendiri tidak berbahaya jika dikonsumsi. Masalahnya, kualitas mereka di bawah standar yang sudah ditetapkan.
Untuk mengetahui merek beras premium apa saja yang diduga oplosan, simak daftar berikut:
- Sania, Sovia, Fortune (produk Wilmar Group)
- Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos. (produk PT Food Station Tjipinang jaya)
- Raja Platinum dan Raja Ultima (produk PT Belitang Panen Raya)
- Beras premium Ayana (produk PT Sentosa Utama Lestari)
Fakta-Fakta Kasus Beras Premium Oplosan
Berikut ini fakta-fakta terkait beras premium oplosan yang pelu diketahui oleh masyarakat:
1. Terdapat 212 Merek Beras Oplosan
Investigasi Kementan yang dilakukan sejak 6-23 Juni 2025 menemukan ada 212 merek beras yang tidak sesuai standar. Investigasi menggunakan 268 sampel beras dengan dua kategori beras, yaitu premium dan medium. Parameter yang difokuskan adalah mutu, mulai dari kadar air, persentase beras kepala, butir patah, serta derajat sosoh.2. Kerugian Konsumen Capai Rp99 T
Kementan memperhitungkan potensi kerugian yang dialami oleh konsumen beras premium mencapai Rp34,21 triliun per tahun dan konsumen beras medium berpotensi merugi hingga Rp65,14 triliun. Total kerugian konsumen sekitar Rp99 triliun.3. Terdapat 4 Produsen yang Akan Diperiksa
Terdapat 4 produsen beras yang akan diperiksa oleh Satgas Pangan Polri, yakni Wilmar Group (WG), PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ), PT Belitang Panen Raya (BPR) dan PT Sentosa Utama Lestari/Japfa Group (SUL/JG).4. Daftar 212 Merek Beras Oplosan Akan Dirilis
Kementan bakal umumkan merek-merek beras apa saja yang masuk dalam kategori tak sesuai standar secara bertahap. Daftar ratusan merek beras tersebut sudah diserahkan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Satgas Pangan, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk diproses lebih lanjut.Untuk mendapatkan informasi lainnya terkait isu-isu ekonomi terbaru, silakan klik tautan ini.
Penulis: Lita Candra
Editor: Elisabet Murni P
Masuk tirto.id


































