Menuju konten utama

Sambut Puncak Haji 2026, PPIH Bentuk Satgas Operasi Armuzna

PPIH Arab Saudi bentuk Satgas Operasi Armuzna demi kelancaran puncak haji. Kesiapan fasilitas tenda jemaah di Arafah kini sudah tembus 90 persen.

Sambut Puncak Haji 2026, PPIH Bentuk Satgas Operasi Armuzna
Satgas Operasi Armuzna meninjau lokasi tempat wukuf di Arafah, mengecek kesiapan tenda-tenda yang akan ditempati jemaah haji Indonesia pada puncak haji. foto/ Tim Media Center Haji (MCH) 2026

tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Operasi Armuzna demi mengamankan fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Langkah taktis ini diambil untuk memastikan kesiapan seluruh fasilitas utama jemaah, mulai dari sektor konsumsi, akomodasi tenda yang kini mencapai 90 persen, hingga manajemen transportasi bus Masyair.

"Menjelang fase puncak haji di Armuzna, PPIH telah membentuk Satuan Operasi Armuzna guna memastikan kesiapan layanan puncak haji, dari mulai fasilitas layanan puncak haji berupa akomodasi, konsumsi, bahkan juga transportasi," katanya, dikutip akun YouTube Kementerian Haji dan Umrah, Kamis (14/5/2026).

Selain itu, Satgas Operasi Armuzna juga telah melakukan peninjauan terhadap angkutan bus Masyair yang akan mengantar jamaah dari Makkah ke Arafah, Arafah ke Muzdalifah, dari Muzdalifah ke Mina, serta dari Mina ke Makkah.

"Saat ini, kesiapan tenda di Arafah sudah mencapai 90 persen, termasuk layanan transportasi puncak haji Bus Masyair sudah dilakukan peninjauan guna mengatur pergerakan operasi," paparnya.

Di sisi lain, Satgas Operasi Armuzna juga telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi terkait potensi terhambatnya pergerakan transportasi akibat kepadatan, terutama dari Arafah ke Muzdalifah maupun dari Muzdalifah ke Mina.

Namun demikian, seiring dengan akan datangnya puncak haji, PPIH mengimbau para jamaah untuk membiasakan diri berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan. Hal ini penting untuk melatih kemampuan diri karena saat puncak haji, jamaah berpotensi menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki baik karena adanya kepadatan maupun karena pergerakan jamaah.

"Mari jamaah haji membiasakan diri untuk berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan. Di mana hal ini penting karena dalam pelaksanaan haji, khususnya pada masa puncak haji di Armuzna jamaah berpotensi mungkin menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki, baik karena kepadatan dan juga pengaturan pergerakan jamaah," kata Maria.

Selain itu, seiring dengan cuaca panas di Arab Saudi dan juga padatnya aktivitas haji, PPIH juga mengimbau para jamaah untuk membatasi aktivitas yang tidak mendesak. Dus, jamaah diharapkan bisa menjalani seluruh rangkaian ibadah haji secara optimal.

"Kami juga mengingatkan jamaah agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan, termasuk berjalan jauh tanpa kebutuhan mendesak. Gunakan waktu di Tanah suci secara bijak menjelang Armuzna karena haji bukan sekadar ibadah ritual saja. Namun juga ibadah yang harus dilakukan dengan fisik yang prima, serta membutuhkan waktu tempuh dengan berjalan kaki yang tak sedikit," ujar Maria.

Baca juga artikel terkait PUNCAK HAJI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah