tirto.id - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi memasuki hari ke-23 pada Rabu (13/5/2026). Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Jubir Kemenhaj) RI, Maria Assegaff, melaporkan hingga saat ini, sebanyak 146.622 jemaah haji Indonesia bersama 1.513 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Maria mengatakan, secara umum, layanan penyelenggaraan haji Indonesia berjalan lancar sejak pemberangkatan dari tanah air hingga pelayanan di Arab Saudi.
“Jadi, Alhamdulillah hari ini kita sudah memasuki hari ke-23 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah. Secara umum, kami gambarkan seluruh layanan haji Indonesia, mulai dari pemberangkatan di tanah air, kedatangan di Arab Saudi, bahkan juga berbagai layanan seperti akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, bahkan hingga pembinaan ibadah berjalan lancar dengan pendampingan penuh oleh petugas di setiap layanan,” kata Maria melalui konferensi pers yang ditayangkan di akun Youtube resmi Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (13/5/2026).
Maria memaparkan, berdasarkan data terakhir, sebanyak 379 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. “Berdasarkan data terakhir, sebanyak 379 kloter dengan 146.622 jemaah dan 1.513 petugas telah diberangkatkan menuju ke Arab Saudi,” ujarnya.
Sementara itu, katanya, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga masih berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 320 kloter dengan 120.507 jemaah dan 1.248 petugas telah tiba di Makkah.
Maria melaporkan, kedatangan jemaah haji gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport Jeddah telah mencapai 103 kloter yang membawa 39.388 jemaah dan 413 petugas.
“Kami pun juga memantau bagaimanakah kemudian keberangkatan dari jemaah haji khusus. Data yang kami peroleh, sebanyak 7.146 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” tutur Maria.
Menjelang fase puncak haji, Maria mewakili pemerintah juga mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan dan membatasi aktivitas yang tidak mendesak agar tetap fit saat menjalani rangkaian ibadah utama.
“Kami ingatkan seluruh jemaah untuk benar-benar menjaga kesehatan, menghemat tenaga, dan membatasi aktivitas yang tidak mendesak. Ini cukup penting karena fase puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, bahkan juga spiritual yang optimal,” kata Maria.
Kemudian, dia juga mengingatkan jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta agar segera melapor kepada petugas jika mengalami gangguan kesehatan.
“Jangan menunggu ya sampai kemudian kondisi memburuk. Segera laporkan jika ada kendala-kendala kesehatan yang dialami,” ucap Maria.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























