Menuju konten utama

Salah, Puan Maharani Sebut Pemerintah Harus Genjot Pajak Rakyat

Video asli unggahan itu adalah saat Puan berpidato membuka rapat paripurna DPR RI, 16 Agustus 2022. Ketika itu ia tidak pernah menyebutkan klaim tersebut.

Salah, Puan Maharani Sebut Pemerintah Harus Genjot Pajak Rakyat
Periksa Fakta DPR Minta Genjot pajak Dari Rakyat. foto/Fuad
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Puan Maharani menyebutkan bahwa pemerintah harus menggenjot penarikan pajak dari rakyat untuk menekan hutang negara kepada pihak asing.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Macoco Kento” (arsip) pada Minggu (14/06/2026). Unggahan video berdurasi 11 detik tersebut menampilkan Puan tengah menyampaikan pidato dengan pakaian kebaya berwarna merah, lengkap dengan mikrofon, dan ornamen ukiran kayu khas ruang sidang paripurna. Kemudian cuplikan video disambung dengan gambar Spongebob dengan suara gelak tawa.

Kita harus genjot pajak dari rakyat, untuk menekan hutang kita ke pihak asing.” Begitu narasi yang diucapkan Puan dalam video.

Pengunggah juga menuliskan keterangan dalam unggahan, “Kita Harus Genjot Pajak kata DPR RI nggaa faedah buat Rakyat Indonesia..

Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (19/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 455 likes, 648 komentar, 173 kali dibagikan, dan 81 ribu kali ditonton. Kolom komentar dipenuhi dengan kritik negatif masyarakat terhadap pemerintah dan Puan.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Rajud Rajud,” “Mega Busana,” “Sayyid Alfaqir" dalam obrolan grup Keluarga Besar Nahdlatul Ulama,” akun Instagram @rw7159347 dan akun TikTok @dachlansejatieh. Semua unggahan tersebut menampilkan video serupa, terkait Puan menyampaikan bahwa pemerintah harus menggenjot pajak rakyat.

Lantas, benarkah Puan menyebutkan bahwa pemerintah harus menggenjot penarikan pajak dari rakyat untuk menekan hutang negara kepada pihak asing?

Periksa Fakta DPR Minta Genjot pajak Dari Rakyat

Periksa Fakta DPR Minta Genjot pajak Dari Rakyat. foto/Hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Kami justru diarahkan ke laman media arus utama Antara, yang menampilkan gambar serupa. Ketua DPR RI Puan Maharani berpidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI, serta DPD RI Tahun 2022 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (16/8/2022). Puan mengingatkan agar seluruh masyarakat di Indonesia agar selalu mewaspadai transisi pandemi menuju endemi COVID-19.

Selama masa pandemi COVID-19 melanda negeri ini, kita melihat ideologi Pancasila bekerja dengan konkret memandu bangsa Indonesia menciptakan gerakan gotong royong yang masif,” begitu keterangan Ketua DPR RI Puan Maharani pada Sidang Tahunan MPR RI sekaligus Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 dalam rangka memperingati HUT Ke-77 RI di Jakarta.

Lebih lanjut, dalam YouTube BeritaSatu ditemukan video asli yang menampilkan rapat paripurna pada 16 Agustus 2022. Dalam video tersebut, tidak ada pernyataan Puan yang meminta pemerintah menggenjot penarikan pajak dari rakyat.

Kemudian Tirto mengetikkan kata kunci “Puan sebut pemerintah agar genjot pajak rakyat,” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman Kompas, yang menyatakan bahwa video yang mengklaim Puan meminta pemerintah menggenjot penarikan pajak dari rakyat merupakan konten hasil manipulasi. Adapun video itu terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI.

Kemudian untuk memeriksa keaslian video, Tirto menggunakan Deepware, untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasilnya menunjukkan bahwa video itu merupakan konten deepfake dengan probabilitas 80% yang memanipulasi wajah dan suara Puan.

Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani pernah meminta atau menyuruh pemerintah untuk menggenjot penarikan pajak dari rakyat adalah tidak benar dan tidak didukung informasi dari media kredibel.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan bahwa Puan meminta pemerintah menggenjot penarikan pajak dari rakyat untuk menekan hutang negara kepada asing adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

Hasil analisis menunjukkan bahwa video yang beredar terindikasi kuat merupakan deepfake hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

Video asli dari unggahan yang beredar adalah momen Puan berpidato untuk membuka rapat paripurna DPR RI pada 16 Agustus 2022. Pada momen itu Puan tidak pernah menyebutkan klaim yang beredar tersebut.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PUAN MAHARANI atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto