tirto.id - Sebuah unggahan akun Facebook bernama "Agus Joko Santoso" (arsip) menjadi sorotan warganet seusai membuat narasi bahwa Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengalami sesak napas saat berkunjung ke wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Dalam narasi tersebut, Budi disebut mengalami gangguan pernapasan hingga terpaksa memakai alat bantu tabung oksigen. Unggahan ini juga dilengkapi dengan foto Budi sedang menggunakan alat bantu itu di suatu ruangan.
"BELUM 24 JAM DI PALANGKA RAYA, MENKES YANG SURUH WARGA ADAPTASI DENGAN ASAP AKHIRNYA NAPAS PAKAI BANTUAN OKSIGEN. Katanya warga disuruh ADAPTASI sama asap karhutla? Baru 24 jam menghirup udara Palangka Raya, yang nyuruh adaptasi itu sendiri sekarang napasnya dibantu oksigen. Gimana ceritanya?" ungkap narasi dalam foto itu yang diunggah pada Sabtu (24/10/2026).
Hingga saat ini, Senin (26/10/2026), unggahan tersebut sudah mendapat 202 komentar, 11 kali dibagikan netizen, lalu sudah tayang selama satu hari. Pengunggah juga menyebut, BGS didampingi tim medis saat mengalami sesak napas.
"Dari informasi yang beredar di lapangan, Menkes dikabarkan mengalami sesak napas berat akibat pekatnya kabut asap karhutla yang menyelimuti Palangka Raya. Level ISPU sudah di titik BERBAHAYA. Jarak pandang hanya beberapa meter. Tim medis yang mendampingi dilaporkan harus memberikan bantuan oksigen untuk membantu pernapasannya," tulisnya.
Unggahan dengan klaim serupa juga ditemui pada akun Facebook "Ambu Noerel Nuy" dan akun Instagram @nasehat_pendaki.
Lantas, benarkah dugaan pengguna akun Facebook tersebut, bahwa Menteri Kesehatan mengalami sesak napas?

Penelusuran Fakta
Berdasarkan penelusuran fakta, sebagaimana dilaporkan oleh Tirto, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin (BGS) memberi bantahan atas narasi yang tersebar di sosial media.
Dirinya menegaskan tidak mengalami sesak napas seperti narasi yang beredar di media sosial. Namun BGS membenarkan, foto yang beredar memang diambil saat kunjungan kerjanya di Palangka Raya.
“Saya sama sekali tidak merasa sesak pada saat itu, saya juga terbantu dengan menggunakan masker KN95 selama kunjungan berlangsung dan saya hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi menunjukkan fasilitas Rumah Oksigen seperti yang terekam di video ini,” ujar Budi, Sabtu (24/10/2026), melalui akun Instagram resminya.
Dalam unggahan yang sama, Budi juga mengunggah video lengkap kunjungannya ke Kalimantan Tengah. Berdasarkan video tersebut, ia terlihat mengunjungi Rumah Oksigen Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Bus Oksigen di Palangka Raya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut memberikan bantahan perihal klaim yang beredar di media sosial tersebut. Menurut Antara News, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan di Jakarta, Minggu, bahwa foto tersebut memang benar saat Menkes sedang melakukan kunjungan kerja ke Palangka Raya pada Jumat (23/10). Namun demikian, narasi yang beredar di medsos adalah tidak benar, mengarah ke DFK (Disinformasi, Fitnah dan Kebencian).
"Menkes sama sekali tidak merasa sesak napas pada saat itu, dan terbantu dengan menggunakan masker KN95 selama kunjungan berlangsung," kata Aji, dikutip dari Antara News.
Aji mengatakan, Menkes pada saat itu hanya ingin memberikan informasi dan edukasi dengan menunjukkan fasilitas rumah oksigen dan memastikan layanan oksigen bisa diberikan ke masyarakat.
"Kunjungan ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung promosi keberadaan Rumah Oksigen milik MDMC dan Bus Oksigen milik Pemprov Kalteng agar masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap bisa memanfaatkannya," katanya.
Aji mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memelintir fakta.
"Mari fokus pada upaya bersama melindungi kesehatan warga terdampak karhutla dan memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan," pungkas Aji.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran, narasi yang menyebutkan Menkes BGS mengalami sesak napas hingga memakai alat bantu tabung oksigen saat berkunjung ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah itu adalah informasi yang tidak utuh dan perlu diluruskan karena kehilangan konteks (missing context).
BGS membenarkan bahwa sempat berkunjung ke wilayah terdampak karhutla di Palangka Raya, tetapi dirinya membantah mengalami sesak napas.
Adapun foto yang beredar, yang memperlihatkan BGS menggunakan bantuan alat pernapasan atau tabung oksigen dalam kunjungan kerja tersebut, adalah foto saat BGS sedang memberikan informasi dan edukasi terkait fasilitas Rumah Oksigen.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id

































