Menuju konten utama

Menkes Bantah Sesak Napas saat Pakai Oksigen di Palangka Raya

Menkes Budi menegaskan tidak mengalami sesak napas seperti narasi yang beredar di media sosial.

Menkes Bantah Sesak Napas saat Pakai Oksigen di Palangka Raya
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) memeriksa tekanan darah didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran (kedua kiri) saat meninjau rumah oksigen di ruang terbuka hijau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (23/10/2026). Dalam upaya penanganan kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan Kementerian Kesehatan menyalurkan obat-obatan dan berbagai alat kesehatan seperti masker, oksigen concentrator, nebulizer, tabung oksigen, air purifier, serta multivitamin. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin (BGS), mengklarifikasi foto dirinya yang terlihat menggunakan bantuan oksigen saat mengunjungi Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ia menegaskan tidak mengalami sesak napas seperti narasi yang beredar di media sosial.

Foto tersebut beredar dengan narasi yang menyebut Budi tidak mampu beradaptasi dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, meski sebelumnya dinilai meminta masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut.

Salah satu akun media sosial mengunggah foto Budi yang sedang duduk sambil menggunakan tabung oksigen pada Sabtu (24/10/2026). Unggahan itu disertai pernyataan bahwa Menkes belum genap 24 jam berada di Palangka Raya, tetapi sudah membutuhkan bantuan oksigen akibat pekatnya kabut asap.

“BELUM 24 JAM DI PALANGKA RAYA, MENKES YANG SURUH WARGA ADAPTASI DENGAN ASAP AKHIRNYA NAPAS PAKAI BANTUAN OKSIGEN. Katanya warga disuruh ADAPTASI sama asap karhutla? Baru 24 jam menghirup udara Palangka Raya, yang nyuruh adaptasi itu sendiri sekarang napasnya dibantu oksigen. Gimana ceritanya?,” tulis keterangan salah satu akun pengunggah narasi tersebut pada Sabtu (24/10/2026)

Akun tersebut juga mengklaim Budi mengalami sesak napas berat akibat buruknya kualitas udara, bahkan menyebut tim medis harus memberikan bantuan oksigen untuk membantu pernapasannya.

“Dari informasi yang beredar di lapangan, Menkes dikabarkan mengalami sesak napas berat akibat pekatnya kabut asap karhutla yang menyelimuti Palangka Raya. Level ISPU sudah di titik BERBAHAYA. Jarak pandang hanya beberapa meter. Tim medis yang mendampingi dilaporkan harus memberikan bantuan oksigen untuk membantu pernapasannya. Padahal sebelumnya, di ruangan ber-AC di Jakarta, solusinya terdengar begitu mudah: ADAPTASI,” tulis akun tersebut.

Menanggapi narasi tersebut, Budi membenarkan bahwa foto yang beredar memang diambil saat kunjungan kerjanya di Palangka Raya. Namun, ia membantah klaim bahwa dirinya mengalami gangguan pernapasan.

“Saya sama sekali tidak merasa sesak pada saat itu, saya juga terbantu dengan menggunakan masker KN95 selama kunjungan berlangsung dan saya hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi menunjukkan fasilitas Rumah Oksigen seperti yang terekam di video ini,” ujar Budi, Sabtu (24/10/2026), melalui akun Instagram resminya.

Kunjungi Rumah Oksigen dan Bus Oksigen

Dalam unggahan yang sama, Budi juga mengunggah video lengkap kunjungannya ke Kalimantan Tengah. Dalam video tersebut, ia terlihat mengunjungi Rumah Oksigen Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Bus Oksigen di Palangka Raya.

Saat berada di Rumah Oksigen MDMC, Budi duduk di kursi sambil menggunakan bantuan oksigen. Momen inilah yang kemudian menjadi sorotan setelah fotonya beredar di media sosial.

Ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut disediakan untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap, terutama mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat buruknya kualitas udara.

“Kalau warga mulai sesak, segera ke Rumah Oksigen terdekat. Ruangan ini disaring ketat pakai HEPA. Kalian cukup duduk istirahat, beri waktu paru-paru bernapas lebih lega, dan nikmati udara dengan konsentrasi oksigen 100%. Ada tenaga kesehatan yang memantau, dan jika butuh penanganan lebih, akan langsung dirujuk ke rumah sakit,” ujar Budi.

Ia juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyiapkan Bus Oksigen keliling untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas tersebut.

Menurut Budi, ketersediaan oksigen menjadi penting, terutama bagi relawan pemadam kebakaran yang berisiko mengalami penurunan saturasi oksigen akibat paparan polusi udara berkepanjangan.

Ia mengimbau masyarakat agar segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas dan memanfaatkan fasilitas oksigen terdekat yang tersedia.

Kemenkes Sebut Narasi di Medsos Tidak Benar

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut memberikan klarifikasi terkait foto Budi yang menggunakan bantuan oksigen tersebut.

Dilansir dari Antara, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan foto itu memang diambil saat Budi melakukan kunjungan kerja ke Palangka Raya pada Jumat (23/10/2026). Namun, ia menegaskan narasi yang menyebut Menkes mengalami sesak napas akibat kabut asap tidak benar.

Menurut Aji, penggunaan oksigen oleh Budi bertujuan memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai fasilitas penanganan dampak kabut asap, sekaligus memastikan layanan oksigen dapat dimanfaatkan warga yang membutuhkan.

Aji juga menyebut narasi yang beredar di media sosial tersebut mengarah pada disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK).

“Menkes sama sekali tidak merasa sesak napas pada saat itu, dan terbantu dengan menggunakan masker KN95 selama kunjungan berlangsung,” kata Aji di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama