Menuju konten utama

Cerita Relawan Sungai Ulin Tembus Hutan untuk Padamkan Karhutla

Relawan LPM Rescue Banjarbaru, Hasanuddin, ungkap tantangan karhutla 2026 akibat cuaca panas dan sulitnya akses jalan menuju titik api di hutan.

Cerita Relawan Sungai Ulin Tembus Hutan untuk Padamkan Karhutla
Perwakilan relawan yang menerima bantuan dana sebesar Rp5 juta dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di kegiatan peresmian kantor DPW PKB Kalsel, Sabtu (24/10/2026). foto/Hanang
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hasanuddin, salah seorang relawan pemadam kebakaran dari LPM Rescue Sungai Ulin, kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menceritakan tantangannya ketika menghadapi kendala akses saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026.

Sejumlah titik kebakaran berada di kawasan hutan yang jauh dari permukiman dan tidak memiliki akses jalan untuk menjangkau lokasi.

Hasanuddin mengatakan, tantangan pemadaman karhutla semakin berat di tengah musim kemarau dan cuaca panas yang berlangsung sejak akhir Agustus hingga Oktober.

"Tantangannya luar biasa. Karena selama ini dari awal Oktober, akhir Agustus, Oktober itu sudah kemarau dan sudah panas yang luar biasa yang nantinya akan merubah daripada struktur geografis dan juga tumbuh-tumbuhan dan hutan," kata Hasanuddin saat ditemui di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Hasanuddin, kondisi tersebut meningkatkan kerawanan karhutla di sekitar Kota Banjarbaru dan wilayah Kalimantan Selatan secara umum.

Ia mengatakan, kawasan yang menjadi perhatian relawan di wilayah Sungai Ulin berada di perbatasan Kota Banjarbaru dengan Kabupaten Banjar. Sejumlah lokasi tersebut berada di arah Mandiangin, kawasan Yonif 623, dan Gunung Kupang.

"Terutama yang aksesnya banyak hutan dan jauh dari rumah penduduk dan juga tidak ada akses jalan untuk menuju ke sana, itu hutan-hutannya daerah perbatasan," ujarnya.

Hasanuddin menjelaskan, lahan di kawasan Sungai Ulin merupakan tanah mineral, bukan gambut. Meski demikian, kondisi kemarau dan cuaca panas tetap meningkatkan kerawanan kebakaran di kawasan tersebut.

Dalam menjalankan tugas pemadaman, relawan juga membutuhkan dukungan operasional, terutama bahan bakar minyak (BBM).

Hasanuddin mengatakan, LPM Rescue Sungai Ulin telah menerima bantuan dari Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Terutama kalau wabil khusus kami dari pemerintah Kota Banjarbaru, sudah ada santunan dan yang sudah terorganisasi dari BPBD Kota Banjarbaru, bantuan daripada BPBD Kota Banjarbaru dan Wali Kota Banjarbaru Ibu Hajah Erna Lisa Halaby," kata Hasanuddin.

Selain itu, terdapat 10 perwakilan relawan yang menerima bantuan dana sebesar Rp5 juta dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di kegiatan peresmian kantor DPW PKB Kalsel, Sabtu (24/10/2026).

Hasanuddin mengapresiasi bantuan tersebut karena dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional selama penanganan karhutla.

Ia mengatakan, penggunaan dana bantuan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan BBM untuk mendukung kegiatan pemadaman.

"Nanti kami berkoordinasi dulu dengan seluruh relawan. Pertama-tama, kami untuk pemenuhan BBM dan selama operasional berlangsungnya karhutla," ujar Hasanuddin.

Ia berharap bantuan dari berbagai pihak dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang tugas relawan dalam menangani karhutla di wilayahnya.

"Mudah-mudahan segala bantuan-bantuan ini dapat kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan juga kami tetap berkecimpung dan berperang artinya selama karhutla ini menuntaskan dan untuk membirukan langit Kota Banjarbaru," tutup Hasanuddin.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Fahreza Rizky