Menuju konten utama

Cak Imin Soroti Karhutla Kalsel, Singgung Kasus Korupsi BNPB

Cak Imin soroti karhutla Kalsel akibat kekeringan dan El Nino. Ia kritik korupsi di BNPB serta bagikan bantuan sembako hingga air bersih.

Cak Imin Soroti Karhutla Kalsel, Singgung Kasus Korupsi BNPB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, saat mendatangi kantor DPW PKB Kalimantan Selatan, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Hanang Septioyudho/Tirto)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau kerap disapa Cak Imin, menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan yang menurutnya diperparah oleh kekeringan dan fenomena El Nino berkepanjangan.

Muhaimin menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan peresmian kantor (Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026).

Ia mengatakan masyarakat setempat masih menghadapi berbagai persoalan akibat kekeringan dan kebakaran hutan.

"Kalimantan Selatan dengan berbagai potensi alamnya, kekayaan alamnya belum sepenuhnya bisa dirasakan oleh kita semua warga Kalimantan Selatan," kata Muhaimin.

Ia menilai penanganan persoalan di Kalimantan Selatan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk kader PKB. Menurutnya, masyarakat membutuhkan dukungan untuk menghadapi dampak bencana yang terjadi.

"Berbagai problematika terutama ditambah dengan musibah kekeringan, El Nino yang berkepanjangan, kebakaran hutan akibat siklus alam maupun keteledoran yang hari ini dengan penuh ketabahan dihadapi oleh seluruh warga masyarakat Kalimantan Selatan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin turut menyinggung persoalan korupsi di lembaga yang bertugas menangani bencana.

Ia menilai persoalan itu menjadi salah satu tantangan dalam memperbaiki tata kelola penanggulangan bencana di Indonesia.

"Perjuangan kita masih panjang, bagaimana tidak panjang, badan yang menanggulangi bencana saja masih korupsi. Artinya masih panjang," singgung Muhaimin.

Ia juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola sumber daya alam dan ekonomi agar manfaat kekayaan daerah dapat dirasakan masyarakat.

Muhaimin menyebut perbaikan tata kelola sebagai bagian dari transformasi bangsa yang membutuhkan perubahan cara kerja dan langkah nyata untuk mengatasi berbagai persoalan.

"Apa itu transformasi? Menghentikan semua yang memang sudah tidak layak untuk dilanjutkan, kemudian membuat pola dan cara baru yang berbeda, yang memberi solusi dari kegagalan dan kesalahan yang sudah diperbuat," ujarnya.

Muhaimin juga mengapresiasi para relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan yang membantu masyarakat menghadapi bencana.

Dalam kesempatan itu, Muhaimin melalui DPW Kalsel turut menyalurkan bantuan bagi relawan pemadam kebakaran dan masyarakat di Kalimantan Selatan.

Bantuan yang disalurkan meliputi dana Rp5 juta untuk masing-masing 10 perwakilan relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), 28.000 liter air bersih bagi warga Kota Banjarbaru, serta pengobatan gratis bagi warga se-Kalimantan Selatan.

PKB juga membagikan 65.000 masker ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan serta 1.500 paket sembako bagi masyarakat.

Diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah membongkar skandal korupsi Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp148 Miliar di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dan menahannya. Mereka adalah Bima Setiawan (tenaga ahli Kepala BNPB sekaligus adik mantan Kepala BNPB), Richard Erlangga (tenaga ahli Kepala BNPB saat itu).

Kemudian, Gabriel Purwaka Sigit (kepala sekaligus pejabat pembuat komitmen pada Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB), serta dua pihak swasta, Syifa Nrika Ghifarin dan Gery Prasetiawan.

“KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 hari pertama sejak tanggal 14 Oktober sampai dengan 2 November 2026,” ujar Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers, Jumat (16/10/2026).

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Fahreza Rizky