tirto.id - Seorang balita asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), meninggal dunia akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kabupaten itu menjadi daerah tertinggi kedua penderita ISPA di Sumsel dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan laporan kasus kematian periode karhutla Dinas Kesehatan Sumsel, balita yang meninggal tersebut adalah seorang anak berusia 2 tahun 4 bulan 8 hari asal Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Bayi itu sebelumnya mengeluhkan batuk, demam, dan sesak napas.
Pasien mendapatkan perawatan di Puskesmas Sungai Lilin dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Sungai Lilin pada 15 Oktober 2026 pukul 02.00 WIB. Beberapa jam dirawat, pasien meninggal dunia pada pukul 11.37 WIB.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, membenarkan informasi tersebut. Menurut dia, pasien meninggal dengan keluhan batuk disertai demam dan sesak napas. Diagnosis dokter menyatakan korban gagal napas e causa epileptikus dan bronkopneumonia.
"Ya, pasien gagal napas ec epileptikus dan bronkopneumonia," ungkap Ira Primadesa, Jumat (23/10/2026).
Ira menyebut, Musi Banyuasin menjadi daerah di Sumsel dengan kasus ISPA tertinggi kedua setelah Palembang. Berdasarkan data, kasus ISPA di Musi Banyuasin pada 1-22 Oktober 2026, tercatat sebanyak 4.258 kasus dan Palembang berada di urutan pertama dengan 11.991 kasus.
Sedangkan kasus ISPA harian di Musi Banyuasin pada 22 Oktober 2026 tercatat 180 kasus atau tertinggi ketiga setelah Palembang dan Muara Enim. Sedangkan Indeks Standar Pencemar Udara atau konsentrasi partikulat (PM2.5) pada tanggal yang sama di kabupaten itu berada di angka 142 mikrogram meter per kubik atau masuk level tidak sehat.
Sementara kasus pneumonia di Musi Banyuasin berada di urutan tertinggi ketiga, setelah Palembang dan Lubuklinggau. Penderita pneumonia di Musi Banyuasin selama Oktober 2026 tercatat sebanyak 57 orang dari total 398 kasus di Sumsel.
Diketahui, pneumonia masuk dalam kategori ISPA secara luas karena mencakup seluruh infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan, baik bagian atas maupun bagian dalam hingga jaringan paru-paru.
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































