Menuju konten utama

Kabut Asap di Palembang Pekat, 2 Penerbangan Internasional Batal

Kabut asap karhutla di Palembang kian pekat, jarak pandang drop 300 meter. Akibatnya, 2 penerbangan internasional Scoot batal dan 6 rute domestik terganggu.

Kabut Asap di Palembang Pekat, 2 Penerbangan Internasional Batal
Pesawat komersial Airbus A320-214 milik maskapai penerbangan Citilink lepas landas di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (21/10/2026). PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II mencatat sebanyak 13 penerbangan domestik pada Rabu (21/10) mengalami keterlambatan akibat jarak pandang menurun hingga 400 meter dampak dari kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kembali menyebabkan kabut asap di Palembang makin pekat. Akibatnya enam pesawat domestik terganggu dan dua penerbangan internasional dibatalkan.

Enam pesawat yang mengalami penundaan baik keberangkatan maupun kedatangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dalah Garuda Indonesia nomor penerbangan 101 rute Palembang-Jakarta, Super Air Jet IU 302 Palembang-Pangkal Pinang, Batik Air ID7054 Palembang-Jakarta, Citilink QG987 Palembang-Jakarta, Super Air Jet IU921 Palembang-Jakarta, dan Super Air Jet IU922 Jakarta-Palembang.

Sementara dua penerbangan internasional yang batal berangkat dan kedatangan adalah maskapai Scoot TR255 Palembang-Singapura dan Scoot 254 Singapura-Palembang.

"Hari ini ada delapan pesawat yang mengalami gangguan penerbangan, dua di antaranya penerbangan internasional yang dibatalkan," ungkap General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi Shahab, Kamis (22/10/2026).

Gangguan penerbangan tersebut lantaran jarak pandang tidak memenuhi standar operasional keselamatan penerbangan. Pagi tadi, visibility di bandara hanya 300 meter sehingga saat tidak memungkinkan pesawat terbang atau mendarat.

Syaugi menyebut aktivitas penerbangan berangsur membaik tetapi tetap memantau perkembangan situasi. Pada pukul 10.00 WIB, jarak pandang sudah mencapai 1.000 meter.

"Update masih berjalan dan terus kita pantau perkembangannya," kata dia.

Baca juga artikel terkait DAMPAK KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah