Menuju konten utama

Karhutla TN Way Kambas Belum Padam, BNPB Gencarkan Operasi Udara

Kebakaran hutan dan lahan di area seluas 40 haktare di TN Way Kambas belum padam. BNPB kerahkan helikopter Black Hawk dan modifikasi cuaca untuk atasi api.

Karhutla TN Way Kambas Belum Padam, BNPB Gencarkan Operasi Udara
Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Sabtu (22/8/2026). FOTO/Polres Lampung Timur/aa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan terus menggencarkan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, setelah sekitar 40 hektare area terbakar dilaporkan masih belum padam.

"Berdasarkan laporan tim pendampingan BNPB, kebakaran yang terjadi sejak 22 September 2026 tersebut menyisakan area terbakar yang belum padam seluas sekitar 40 hektare," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Berton menambahkan bahwa tim gabungan terus berupaya memadamkan titik-titik api yang tersisa melalui jalur darat maupun udara.

"Hingga hari ini, Sabtu (24/10), operasi pemadaman darat dan udara masih berlangsung untuk mengendalikan titik api yang belum tertangani secara optimal," tuturnya.

Sebelumnya pada Jumat (23/10), tim gabungan telah berhasil memadamkan api di area seluas sekitar 10,2 hektare berdasarkan estimasi hasil pemantauan dan evaluasi lapangan.

Operasi pemadaman jalur udara dilakukan menggunakan helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L melalui dua sortie water bombing.

Sementara itu, pemadaman darat mengerahkan personel gabungan dari pengelola TNWK, TNI, Polri, BPBD, mitra konservasi, masyarakat, dan unsur pendukung lainnya.

Di lokasi, personel disebar ke dalam empat tim untuk memantau situasi menggunakan pesawat nirawak (drone), memadamkan api di kawasan rawa gambut, mendistribusikan air, serta memasang selang menuju titik api dan melakukan pemadaman lanjutan di titik B.

Tim pemadam juga menyiapkan suplai air ke titik D dengan membentangkan selang sepanjang kurang lebih tiga kilometer.

Upaya pemadaman menghadapi sejumlah rintangan berat, mulai dari vegetasi kering yang rapat, angin kencang, medan yang sulit dijangkau, hingga jarak sumber air yang mencapai 1,5 kilometer dari titik api.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah