tirto.id - Sisa bara kebakaran kembali mengeluarkan asap dari Toko ATK Setia Bakti di kawasan Ruko Suryakencana, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (26/10/2026). Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menemukan bara yang tertimbun tumpukan kertas dan buku sehari setelah kebakaran melanda tiga ruko di lokasi tersebut.
Komandan Damkar Sektor Sukasari, Didin, mengatakan pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 11.00 WIB. Damkar kemudian mengerahkan dua unit mobil pemadam untuk memeriksa sumber asap di dalam bangunan.
"Asap keluar tuh disebabkan sama tumpukan kertas, buku-buku," kata Didin kepada Tirto.
Didin menjelaskan bara berada di bagian bawah tumpukan kertas sehingga masih mengeluarkan asap meski api telah padam. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan kondisi di dalam bangunan aman.
"Bara bukan api ya. Bara jadi bara," ujar Didin.
Setelah pendinginan, Didin pun menyatakan situasi sudah terkendali.
"Dipastikan amanlah," katanya.
Kasi Pemerintahan dan Ketertiban dan Keamanan (Trantib) Kelurahan Gudang, Subarman, mengatakan dirinya sempat berkeliling wilayah pada pagi hari untuk memastikan kebakaran sehari sebelumnya tidak kembali terjadi. Saat itu, dia masih mendapati asap di sekitar lokasi.

"Kebetulan hari ini setelah tadi pagi saya kebetulan keliling wilayah, memastikan bahwa apa yang sudah terjadi kemarin tidak terulang kembali," kata Subarman.
Menjelang siang, warga kembali memberikan informasi mengenai asap tersebut. Subarman kemudian meneruskannya kepada Damkar agar petugas memeriksa kondisi bangunan.
Setelah pemeriksaan dilakukan, petugas menemukan sisa bara yang tertimbun tumpukan kertas. Subarman mengatakan penanganan hari ini hanya berupa pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang tersisa.
Penjaga Toko Berkah Mainan, Ahmad, mengatakan laporan kepada Damkar berasal dari warga, bukan pemilik toko.
"Jadi, laporan Damkar datang ini kayaknya bukan dari dia (pemilik toko), dari warga," kata Ahmad.
Menurutnya, pemilik toko sedang membereskan bagian belakang bangunan dan belum diperbolehkan naik ke lantai atas sejak kebakaran terjadi.
"Dia kan enggak berani masuk," ujarnya.
Kebakaran Bermula dari Toko Sepeda
Kebakaran yang melanda tiga ruko di Jalan Suryakencana terjadi pada Minggu (25/10/2026) dini hari. Api diketahui pertama kali muncul di Toko Sepeda Sinar Harapan sebelum merembet ke Toko Mainan Gloria dan Toko ATK Setia Bakti.
Ahmad mengatakan dirinya tidak berada di lokasi ketika kebakaran pertama kali terjadi. Informasi mengenai urutan penjalaran api tersebut dia peroleh dari orang lain.
"Kalau mulai kebakaran saya kurang tahu ya, soalnya enggak lagi di lokasi," ujar Ahmad.
Dia mengetahui kebakaran ketika api sudah membesar dan merembet ke toko-toko di sebelah bangunan pertama. Ahmad mengaku baru tiba setelah toko ketiga ikut terbakar.
Subarman mengatakan ketiga ruko yang terbakar berada di wilayah Kelurahan Gudang. Menurut dia, bangunan tersebut dimiliki oleh dua orang, bukan tiga pemilik berbeda.
"Ini tiga ruko kebetulan yang pemiliknya hanya dua," kata Subarman.
Sementara itu, Didin mengatakan proses pemadaman melibatkan Damkar Sukasari yang dibantu Damkar Kabupaten Bogor. Sebanyak 12 unit dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Didin mengatakan Damkar langsung merapat ke lokasi setelah menerima informasi pada dini hari, ketika api sudah membesar.
"Kalau hari pertama, sampai 10 jam untuk sekaligus untuk pendinginan juga. Kalau pemadaman hampir 4 jamlah," kata Didin.

Dugaan Penyebab Kebakaran Belum Dapat Dipastikan
Penyebab kebakaran tiga ruko di Suryakencana masih dalam penyelidikan kepolisian. Subarman mengatakan belum ada informasi pasti mengenai pemicu kebakaran tersebut.
Berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik. Dia juga menanggapi kabar mengenai dugaan tawuran yang beredar di media sosial.
“Sementara dari korsleting listrik dulu ya. Kalau dari tawuran, sepertinya enggak," ujar Subarman.
Subarman mengaku tidak mengetahui apakah polisi memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi atau tidak. Dia hanya menduga polisi telah memetakan keberadaan CCTV untuk membantu penyelidikan.
"Secara pendapat saya sih itu pasti sudah dilakukan. Pasti sudah pemetaan CCTV adanya di mana dan sudah didata," kata Subarman.
Berbeda dengan dugaan sementara tersebut, Didin mengatakan pihak Damkar belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Dia menyebut informasi yang beredar masih simpang siur, termasuk dugaan korsleting listrik maupun petasan.
"Kalau untuk penyebab kami belum tahu ya. Kami dapat info langsung merapat karena api sudah membesar," kata Didin.
Menurut Didin, tugas Damkar berfokus pada pemadaman api sehingga pihaknya belum mengetahui indikasi yang dapat memastikan penyebab kebakaran.
"Kalau indikasi ke situ (penyebab kebakaran) kami belum tahu karena kita tugasnya memadamkan aja," ujar Didin.
Sementara itu, Ahmad menilai pernyataan yang mengaitkan kebakaran dengan korsleting listrik terlalu dini untuk dijadikan kesimpulan. Dia mengaku mendengar informasi lain mengenai dugaan keributan di sekitar lokasi sebelum kebakaran terjadi.
"Terlalu cepat membawa ya itu tuh gara-gara arus listrik," kata Ahmad.
Ahmad mengatakan informasi tersebut berasal dari seorang tukang sayur yang berada di sekitar lokasi sejak pukul 23.00 WIB. Berdasarkan cerita yang diterimanya, terdapat sejumlah anak muda yang ribut dan terdengar suara petasan sebelum kebakaran terjadi.
Namun, Ahmad menegaskan dirinya tidak menyaksikan langsung kejadian tersebut.
"Ngedengar info juga walaupun bukan secara langsung," ujar Ahmad.
Ahmad juga mengaku melihat video terkait kebakaran itu yang beredar di media sosial. Video tersebut memperlihatkan sejumlah anak muda berkumpul di depan toko tempat api pertama kali diduga muncul.
"Saya sempat ngelihat video yang sekarang udah ramai di sosmed," ujar Ahmad.
Meski demikian, video tersebut belum membuktikan adanya hubungan antara orang-orang yang terlihat di dalamnya dan penyebab kebakaran.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai penyebab kebakaran, hasil pemeriksaan CCTV, maupun pihak-pihak yang telah dimintai keterangan. Keterangan polisi dibutuhkan untuk memastikan dugaan korsleting listrik. Tirto masih berupaya meminta konfirmasi kepada Polsek Bogor Tengah, dan artikel ini akan diperbarui lagi setelah keterangan diperoleh.
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































