tirto.id - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bergerak cepat menanggulangi dampak kebakaran hebat yang melanda Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba. Selain menyalurkan bantuan logistik, pemerintah daerah memastikan pemenuhan kebutuhan dasar serta penyesuaian kegiatan belajar mengajar bagi seluruh korban terdampak.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran yang bermula pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 15.10 WIB tersebut berdampak pada sekitar 500 rumah, 500 Kepala Keluarga (KK), atau setara 2.000 jiwa.
Meski tidak ada korban jiwa, api baru berhasil dipadamkan pada Minggu pagi sebelum petugas melakukan proses pendinginan.
Jaminan Bantuan Dasar
Saat mengunjungi posko pengungsian pada Minggu (11/10), Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendampingi para korban dalam melewati masa-masa sulit.
"Pemerintah daerah memastikan dan memberikan dukungan dan penguatan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah, serta memastikan korban mendapat bantuan," ujar Riza seperti dikutip dari Antara.
Ia menambahkan bahwa bantuan awal yang didistribusikan mencakup makanan, air bersih, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan pokok harian. Riza juga menyampaikan rasa simpati yang mendalam atas musibah ini.
"Musibah ini menjadi duka kita bersama. Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi. Tentu tidak mudah bagi para korban yang terdampak," katanya.
Lebih lanjut, Riza memastikan sinergi antarperangkat daerah terus berjalan agar penanganan bencana berjalan optimal.
"Kami akan berupaya hadir dan membantu sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan yang ada. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian, bergotong royong dan membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah," tutur Riza.
Skema Pendidikan Darurat
Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangka Selatan menyiapkan skema belajar fleksibel bagi anak-anak korban kebakaran agar kegiatan belajar tidak terputus.
Kepala Disdik Bangka Selatan Ansori menjelaskan di Toboali pada Minggu (11/10) bahwa pihaknya tengah pendataan jumlah siswa terdampak untuk menentukan mekanisme pembelajaran yang paling efisien.
"Kami sudah menyampaikan kepada satuan pendidikan agar mengatur skema belajar bagi anak-anak terdampak kebakaran. Mereka tidak diliburkan, tetapi sistem belajarnya disesuaikan dengan kondisi yang ada," tegas Ansori seperti diberitakan Antara.
Penyesuaian tersebut mencakup kelonggaran bagi siswa untuk bersekolah tanpa seragam resmi, hingga opsi menerjunkan tenaga pengajar langsung ke posko pengungsian. Disdik Bangka Selatan juga menyiagakan bantuan perlengkapan sekolah serta memastikan skema darurat ini terus berlaku hingga situasi di lapangan kembali kondusif.
Penulis: Rina Nurjanah
Editor: Rina Nurjanah
Masuk tirto.id
































