Menuju konten utama

Keliru, Fotografi Udara Perlihatkan Kebakaran di Gunung Lawu

Gambar kebakaran hutan dan lahan yang beredar tersebut terindikasi hasil buatan AI. foto tersebut bukan gambar asli dokumentasi kebakaran Gunung Lawu.

Keliru, Fotografi Udara Perlihatkan Kebakaran di Gunung Lawu
Periksa Fakta Kebakaran Lawu. foto/Fuad
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan foto kebakaran hebat di lereng pegunungan pada malam hari dan dikaitkan dengan peristiwa kebakaran Gunung Lawu.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Nurul Fatimah” (arsip) pada Senin (19/10/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan tangkapan gambar dari udara titik kebakaran dan kepulan asap yang diklaim sebagai kebakaran di Gunung Lawu.

“Semoga Api Segera Padam, Lawu Segera Pulih

Hati kami bersama Gunung Lawu dan sekitarnya hari ini. Kabar kebakaran di titik Bakaran menyisakan duka dan kekhawatiran bagi kita semua yang mencintai alamnya.

Semoga kobaran api cepat padam, vegetasi serta satwa di sana terlindungi, dan tidak ada korban jiwa. Kepada para pejuang pemadam—para relawan, petugas, dan warga lokal yang terus berjibaku melumpuhkan si jago merah—semoga senantiasa dalam lindungan-Nya.

Tetap semangat, jaga keselamatan, dan kembali dengan selamat.

#PrayForLawu #GunungLawu #SaveLawu #InfoGunung #RelawanLawu.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (22/10/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 5 tanda suka, dan 16 komentar.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Rijki Kurniasih,” “Didik Ghominzt,” "UthiCc UthiCc", "Tri Ayuningsih", akun X @joneshop, dan pada laman Suara Desa, yang menampilkan gambar serupa dan mengklaim gambar tersebut sebagai kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu.

Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

Periksa Fakta Kebakaran Lawu

Periksa Fakta Kebakaran Lawu. foto/Hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Berdasarkan penelusuran Tirto pada 16 Oktober 2026, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu memang terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan kebakaran di kawasan tersebut, dengan vegetasi berupa alang-alang kering dan tanaman pinus yang terbakar.

Dengan demikian, keberadaan kebakaran di lereng Gunung Lawu memang terjadi, tetapi fakta mengenai kejadian tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa foto yang beredar merupakan dokumentasi asli dari lokasi kebakaran.

Lebih lanjut Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) dengan menggunakan mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan bahwa gambar tersebut merupakan kebakaran di Gunung Lawu.

Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar dengan seksama dan menemukan beberapa kejanggalan. Secara visual, foto yang beredar memperlihatkan pola kobaran api yang membentuk garis menyerupai batas geometris atau poligon di lereng pegunungan, sementara asap tampak membentuk gumpalan besar yang mendominasi bagian tengah gambar.

Untuk memeriksa keaslian gambar, Tirto menggunakan layanan deteksi AI dari Hive Moderation.Hasil pengecekan menunjukkan bahwa gambar tersebut memperoleh skor 99,2 persen kemungkinan merupakan gambar buatan AI.

Manipulasi foto kebakaran gunung lawu.

Manipulasi foto kebakaran gunung lawu. foto/hivemoderation

Melansir laporan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah pada 18 Oktober 2026, kebakaran di lereng Gunung Lawu dilaporkan meluas di kawasan hutan wilayah Gondosuli, Tawangmangu, dan penanganannya melibatkan BPBD, Perhutani, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

Sementara itu, laporan DetikNews pada 21 Oktober 2026 menyebut estimasi luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 490 hektar. Hal ini berdasarkan keterangan BPBD Karanganyar.

Sampai saat ini tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan gambar tersebut adalah gambar asli kebakaran di Gunung Lawu.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim yang menyebutkan foto yang beredar adalah kebakaran di Gunung Lawu bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Gambar kebakaran hutan dan lahan yang beredar tersebut terindikasi hasil buatan AI. Foto tersebut bukan gambar asli dokumentasi kebakaran Gunung Lawu.

Namun, klaim bahwa kebakaran Gunung Lawu merupakan peristiwa nyata adalah benar, karena kejadian tersebut telah dilaporkan oleh BNPB, BPBD, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui sumber-sumber resmi yang disebutkan di atas.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto