Menuju konten utama

Kronologi Kebakaran Hutan Pinus di Gunung Lawu & Penanganannya

Kawasan hutan pinus di Gunung Lawu terbakar pada Kamis (15/10). Upaya pemadaman telah dilakukan oleh beragam unsur sejak kemarin dan berlanjut Jumat ini.

Kronologi Kebakaran Hutan Pinus di Gunung Lawu & Penanganannya
[Ilustrasi] Sejumlah titik api di Gunung Lawu terlihat dari Panekan, Magetan, Jawa Timur, Sabtu (30/9/2023). ANTARA FOTO/Siswowidodo/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hutan pinus di lereng Gunung Lawu dilaporkan terbakar dan meluas pada Kamis (15/10/2026). Api disebut telah membakar sejumlah area di sekitar Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini hingga kini masih dilakukan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar menyebut kebakaran ini terjadi ketika jalur pendakian Gunung Lawu ditutup imbas risiko kebakaran. Penutupan sudah diberlakukan sejak September lalu.

Penutupan jalur pendakian tersebut sebelumnya diterapkan setelah terjadinya kebakaran di area lereng Gunung Lawu di Magetan, Jawa Timur. Kebakaran itu kemudian memicu penutupan jalur pendakian di Karanganyar.

Sementara itu, kebakaran yang kini melanda area lereng Gunung Lawu dijelaskan BPBD Karanganyar terjadi di wilayah hutan lindung. Api membakar lahan di Petak 28, 32, dan 62C di Gondosuli.

Kronologi Kebakaran Hutan di Gunung Lawu

Seturut keterangan BPBD Kabupaten Karanganyar, kronologi kebakaran hutan pinus di Gunung Lawu bermula pada Kamis (15/10) siang. Kobaran api pertama kali dilaporkan sekitar pukul 10.00 WIB.

Kobaran api pertama kali ditengarai warga sekitar yang hendak pergi berladang. Mereka melihat adanya kepulan asap di bukit sebelah utara dari Desa Gondosuli, Tawangmangu.

Setelahnya, hal itu dilaporkan warga ke pihak Perhutani. Setelah dicek, kebakaran hutan kemudian dikonfirmasi.

Hanya saja, kobaran api dilaporkan telah membesar dengan cepat akibat tiupan angin dan kondisi vegetasi yang kering. Petugas Perhutani, relawan, dan TNI-Polri kemudian memulai proses pemadaman dengan peralatan seadanya.

Dalam unggahan akun Instagram BPBD pada Kamis, tampak petugas yang berupaya memadamkan api dengan dahan pohon.

BPBD mengatakan, lokasi kebakaran yang tidak dapat dijangkau armada kebakaran membuat petugas kesulitan memadamkan api dengan segera. Hal itu membuat petugas memilih untuk menggunakan peralatan pemadaman manual.

Penanganan Kebakaran Gunung Lawu

Hingga Jumat (16/10), kobaran api di hutan pinus dan sekitarnya di lereng Gunung Lawu masih belum berhasil dipadamkan. Penanganan kebakaran Gunung Lawu juga dilaporkan masih berlanjut.

Melalui akun Instagram resminya, SAR Kabupaten Karanganyar menyebut tim gabungan lintas sektor telah diterjunkan pada Jumat pagi. Puluhan warga sekitar, sekitar 100 relawan, dan puluhan anggota TNI-Polri disebut akan dikerahkan untuk melakukan penanganan kebakaran hari ini.

Pengerahan tim gabungan tersebut merupakan tindak lanjut dari penanganan kebakaran yang telah dilakukan pada Kamis.

Pada Kamis kemarin, para petugas terkait, warga sekitar, dan relawan telah berupaya untuk memadamkan api lewat upaya-upaya manual. Upaya itu termasuk pembuatan ilar-ilar atau sekat bakar untuk memutus jalur rambatan api.

Pembuatan sekat tersebut dimaksudkan agar persebaran api dapat dicegah, sehingga titik api terkonsentrasi di satu lokasi. Harapannya, penanggulangan kebakaran dapat dilakukan dengan lebih mudah dan mencegah tambah luasnya area kebakaran.

Selain itu, petugas juga dilaporkan telah bergotong royong untuk melakukan aksi penyemprotan. Hanya saja, keterbatasan alat dan sulitnya akses membuat penyemprotan dilakukan secara manual.

Upaya pemadaman melibatkan unsur dari BPBD Kabupaten Karanganyar, Perhutani, TNI/POLRI, Relawan dan Warga setempat. Karena hari telah menginjak malam, maka aktivitas pemadaman dihentikan dan diteruskan Jumat pagi. Kondisi kebakaran tetap dalam pantauan agar perluasan titik api bisa dicegah.

BPBD Karanganyar mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah yang bisa memicu api di kawasan Gunung Lawu. Jika melihat titik api atau kepulan asap, warga diminta untuk segera melaporkan BPBD atau pihak terkait.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar