tirto.id -
Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook "Danijhoya Dani" (arsip) pada 20 Oktober 2026. Dalam narasinya, akun tersebut menuliskan: “Mintak rakyat Indonesia boikot media sosial demi menjaga nama baik Indonesia ![]()
![]()
Unggahan itu juga memuat foto Presiden Prabowo dengan tulisan berbunyi: "Prabowo Minta rakyat seluruh Indonesia serukan boikot Facebook, thread, Instagram, dan tiktok, demi jaga negara kita agar menjaga nama baik negara."
Selain itu, pada foto tersebut terdapat potongan gambar dengan tag media Pojokjabar. Sampai artikel ini dibuat pada Kamis (22/10/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 98 tanda suka, 71 komentar, dan dibagikan sebanyak 4 kali oleh pengguna Facebook lainnya. Unggahan serupa juga ditemukan pada akun Facebook "Genting Rimba Babaung", "Cliper Encep", "Ismarhatin Us", dan "Defisiani Saragih".

Penelusuran Fakta
Penelusuran kemudian dilanjutkan terhadap visual foto yang dicatut dalam unggahan tersebut. Hasilnya, ditemukan foto yang identik dan pernah diunggah oleh akun Instagram resmi @pojok_jabar pada 14 Oktober 2026.
Unggahan asli dari media tersebut ternyata sama sekali tidak membahas mengenai permintaan boikot media sosial. Berita asli tersebut justru melaporkan tanggapan Presiden Prabowo terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia.
Dalam unggahan aslinya, termuat narasi: “Prabowo Subianto mengaku terkejut mengetahui luas lahan karhutla yang masih dalam proses pemadaman kini tersisa sekitar 639 hektare. Angka tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada 12 Oktober 2026.”
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, foto asli tersebut bersumber dari dokumentasi video yang diunggah oleh kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden berjudul "Presiden Prabowo Pimpin Ratas Perkembangan Penanganan Karhutla, Istana Merdeka, 12 Oktober 2026".
Temuan tersebut menunjukkan bahwa foto asli kegiatan resmi kepala negara telah disunting secara keliru dan dibubuhi narasi palsu untuk menyebarkan informasi boikot media sosial.
Kesimpulan
Faktanya, foto yang digunakan dalam unggahan tersebut merupakan hasil manipulasi yang mencatut dokumentasi asli dari pemberitaan media Pojokjabar serta video Sekretariat Presiden mengenai rapat terbatas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Dengan demikian, narasi dan klaim dalam unggahan tersebut sama sekali tidak benar dan merupakan bentuk disinformasi yang menyesatkan.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id


































