tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar untuk memperingati dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Dalam sidang tersebut, Prabowo mengapresiasi kinerja jajaran Kabinet Merah Putih, menekankan pentingnya kekompakan, serta mengingatkan seluruh anggota kabinet agar mengutamakan kepentingan nasional di tengah dinamika global.
Selain mengevaluasi perjalanan pemerintahan, Prabowo turut menyoroti sejumlah persoalan strategis, mulai dari pemberantasan penyelundupan dan penyelamatan kekayaan negara, penindakan korporasi yang terlibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga upaya mencapai kemandirian energi melalui pengembangan biodiesel B50 dan etanol E50.
Rangkuman Ucapan Prabowo di Sidang Kabinet
Berikut rangkuman pernyataan Presiden Prabowo dalam sidang kabinet Rabu (21/10/2026):
1. Apresiasi Kinerja dan Kekompakan Kabinet Merah Putih
Dalam pengantar sidang kabinet, Prabowo menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih atas kerja keras selama dua tahun pertama pemerintahan. Ia menilai para menteri, wakil menteri, dan pejabat terkait telah menunjukkan kinerja yang membanggakan dalam menjalankan mandat rakyat."Saudara-saudara, inti daripada rapat paripurna ini adalah sesungguhnya saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih," ujar Prabowo.
Ia juga mengapresiasi semangat pengabdian dan kontribusi setiap anggota kabinet dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, hasil kerja selama dua tahun terakhir merupakan buah dari upaya bersama seluruh jajaran pemerintah.
Prabowo secara khusus menekankan pentingnya kekompakan dan kerja sama tim atau teamwork. Ia menilai keberhasilan suatu organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kesanggupan setiap anggota untuk bekerja bersama demi mencapai tujuan yang sama.
Namun, yang viral dibicarakan netizen di media sosial adalah ketika Prabowo slipped tongue ketika hendak mengatakan “kekompakan”, justru yang keluar adalah “kokopan”.
"Saya ingin ucapkan terima kasih atas kokopan, kekompakan teamwork yang saudara-saudara tunjukkan selama dua tahun ini. Saudara-saudara, berhasilnya suatu organisasi sangat ditentukan oleh kerja sama tim, kemampuan kerja sama itu yang menentukan," katanya.
2. Kekayaan Indonesia Dikuras melalui Penyelundupan
Prabowo menyoroti praktik penyelundupan yang dinilai merugikan negara dan menyebabkan kekayaan Indonesia tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan rakyat. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan praktik tersebut terus berlangsung."Bangsa kita ditipu, rakyat kita ditipu, pemerintah kita ditipu," ujar Prabowo.
Menurutnya, penyelundupan tidak hanya berkaitan dengan masuknya barang ilegal ke Indonesia, tetapi juga mencakup keluarnya sumber daya alam dan kekayaan negara secara ilegal. Ia menyebut sejumlah komoditas yang diduga menjadi sasaran praktik tersebut, antara lain timah, batu bara, kayu, dan bahan bakar minyak (BBM).
Prabowo juga mengingatkan bahwa penyelundupan barang dari luar negeri dapat mengancam industri dalam negeri apabila barang-barang tersebut masuk tanpa mengikuti ketentuan yang berlaku.
"Kita harus menyelamatkan kekayaan kita, kita harus menyelamatkan alam kita, sumber alam kita itu ibarat darah kita, kalau darah kita bocor terus tidak mungkin badan kita selamat. Kita dalam kondisi harus survive," katanya.
3. Karhutla adalah Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Prabowo turut menyoroti kebakaran hutan dan lahan yang menurutnya tidak semata-mata terjadi secara alamiah, tetapi juga dapat disebabkan oleh tindakan manusia. Ia menyebut praktik pembakaran hutan secara sengaja yang membahayakan masyarakat sebagai bentuk kejahatan serius terhadap lingkungan dan kemanusiaan."Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita. Kita tidak boleh menganggapnya remeh," ujar Prabowo.
Dalam sidang tersebut, Prabowo menyinggung penanganan korporasi yang diduga terlibat dalam karhutla. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan mencabut izin perusahaan apabila bukti pelanggaran telah jelas dan perusahaan terbukti melanggar aturan.
"Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar," tegasnya.
4. Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelanggar
Sejalan dengan komitmennya memberantas karhutla, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan lingkungan.Ia meminta aparat penegak hukum dan kementerian terkait tidak berhenti pada penanganan kebakaran di lapangan, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi penyebabnya.
5. Boleh Kritik asal Jaga Persatuan Nasional
Prabowo menilai persatuan nasional menjadi semakin penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat, persaingan politik, kritik, dan koreksi merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan demokrasi, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat persatuan."Demokrasi kita, menurut keyakinan saya, sekarang semakin urgen untuk kita memelihara national unity, persatuan nasional," katanya.
Menurut Prabowo, masyarakat tetap perlu memberikan kritik dan melakukan koreksi terhadap pemerintah. Namun, seluruh proses tersebut harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Perbedaan bagus. Kompetisi perlu. Saling kritik, saling koreksi, perlu. Tapi di ujungnya, kita harus menjaga persatuan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung kondisi sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis dan Italia, yang menghadapi demonstrasi besar. Ia mengajak masyarakat Indonesia mencermati perkembangan tersebut sebagai bahan refleksi mengenai pentingnya menjaga stabilitas dan persatuan nasional.
6. Minta Menteri dan Pejabat Rutin Cek Kesehatan
Prabowo juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan jajaran pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa ada anggota kabinet yang sempat dirawat di rumah sakit selama dua tahun pertama pemerintahan.Ia mengibaratkan perjalanan pemerintahan seperti pertandingan sepak bola yang terbagi dalam beberapa babak. Dalam analogi tersebut, ia mengingatkan bahwa para pejabat harus menjaga kondisi fisik agar tetap mampu menjalankan tugas.
"Tapi, Saudara-saudara, saya sudah prihatin. Di babak pertama, sudah ada yang masuk rumah sakit. Nah, ini yang kita waspadai ya," kata Prabowo.
Ia kemudian meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengoordinasikan pemeriksaan kesehatan yang lebih menyeluruh bagi para menteri, wakil menteri, dan kepala badan.
"Saya minta Menteri Kesehatan ya, coba menteri-menteri, wakil menteri, kepala badan mungkin diundang check-up yang lebih teliti lagi ya," ujarnya.
7. Targetkan Indonesia Tidak Lagi Impor BBM melalui B50 dan E50
Dalam sidang kabinet, Prabowo juga membahas upaya mencapai kemandirian energi nasional melalui pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya domestik. Ia menyinggung kenaikan harga minyak dunia dan risiko ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.Menurut Prabowo, Indonesia memiliki sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan, mulai dari batu bara dan panas bumi hingga bahan bakar nabati yang berasal dari tanaman.
"Kita bersyukur kita punya sumber-sumber energi lain yang cukup banyak. Batubara kita masih banyak. Geotermal kita banyak. Yang terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman. Biodiesel kita nanti akan sangat membantu kita. Kita sudah mencapai B50, dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi E50," katanya.
"Mungkin dua tahun lagi kita akan berharap mencapai E20, dan dua tahun sesudah itu kita berharap kita akan mencapai E50. Pada saat kita E50 dan B50, kita insyaallah tidak perlu impor BBM lagi dari luar," ujar Prabowo.

8. Tegaskan Politik Luar Negeri Ikuti Garis Politik Jokowi
Prabowo menegaskan bahwa arah politik luar negeri pemerintahannya meneruskan prinsip menjalin hubungan baik dengan semua negara tetangga. Ia mengatakan prinsip tersebut telah dipegang sejak dirinya masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo."Dari sejak awal, bahkan sebelum saya resmi dilantik sebagai presiden, saya masih jadi Menteri Pertahanan dalam kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo," kata Prabowo.
Ia mengaku mengikuti garis politik Jokowi yang mengutamakan hubungan baik dengan negara-negara tetangga. Menurutnya, kerja sama regional penting untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus menghadapi dinamika global.
"Saya mengikuti juga garis politik Pak Joko Widodo pada saat itu, kita ingin punya hubungan baik dengan semua tetangga kita," ujarnya.
9. Bangga atas Hasil Kerja Dua Tahun Pemerintahan
Dalam sidang tersebut, Prabowo juga menyampaikan kebanggaannya terhadap perjalanan dua tahun pertama pemerintahan yang dipimpinnya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka."Saya bangga menjadi pemimpinmu, saya bangga menjadi Presidenmu!" ujar Prabowo.
Ia juga menyatakan kebanggaannya memimpin pemerintahan yang menurutnya telah bekerja dengan hasil nyata selama dua tahun pertama.
10. Tak Gentar Hadapi MSCI
Prabowo menegaskan bangsa Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun menyusul sorotan lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham domestik."Kesulitan kita masih banyak, gangguan masih banyak, kita terus diadang, ada apa itu? Macam-macamlah. MSCI, macam-macam. Dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun, dan tidak akan gentar," kata Prabowo di hadapan jajaran menteri Kabinet Merah Putih.
Prabowo menilai dinamika pasar keuangan global tidak boleh meruntuhkan kepercayaan diri bangsa dalam mengawal kedaulatan ekonomi.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































