tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan perbedaan pandangan dan saling kritik merupakan hal yang diperlukan dalam iklim demokrasi. Namun, di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, ia mengingatkan agar silang pendapat tersebut tidak sampai merusak fondasi persatuan nasional (national unity).
"Perbedaan bagus, kompetisi perlu, saling kritik, saling koreksi sangat perlu. Tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Prabowo menegaskan bahwa sistem demokrasi di Indonesia kini semakin mendesak untuk dirawat melalui penguatan persatuan nasional di tengah ketidakpastian tatanan global.
"National unity, saudara-saudara. Demokrasi kita, menurut keyakinan saya, sekarang semakin urgen untuk kita memelihara national unity, persatuan nasional," sebut Prabowo.
Prabowo memandang dinamika kompetisi dan perbedaan pandangan politik merupakan hal wajar dalam berdemokrasi.
Bangga Hasil Nyata, Presiden Minta Jajaran Kabinet Tidak Rendah Diri
Di hadapan para pembantunya di kabinet, Kepala Negara secara khusus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi serta kerja keras seluruh jajaran kementerian selama dua tahun masa pengabdian.
"Saudara-saudara, inti daripada rapat paripurna ini adalah sesungguhnya saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih," ujar Prabowo.
Prabowo menilai soliditas kerja sama tim yang ditunjukkan para menteri telah menghasilkan capaian kinerja yang solid dalam menjawab amanah rakyat Indonesia.
"Saya sebagai pemimpin saudara-saudara, saya sebagai yang diberi mandat oleh rakyat, saya merasa bahwa saudara-saudara sebagai pembantu-pembantu inti saya dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan rakyat, saya merasa bahwa saudara-saudara telah bekerja dengan sangat keras," lanjutnya seraya berterima kasih atas kekompakan kerja tim kabinet selama dua tahun terakhir.
Prabowo pun meminta jajarannya untuk tidak rendah diri dan berani mengakui hasil kerja positif yang telah dicapai pemerintah, tanpa harus bersikap arogan.
"Dengan segala kelebihan dan kekurangan kita, prestasi yang telah kita capai dalam dua tahun ini perlu kita banggakan. Bukan kita sombong. Kita tidak boleh sombong. Tapi kita tidak boleh rendah diri," tegas Prabowo.
Ia menutup arahannya dengan menegaskan rasa bangganya memimpin kabinet yang dinilai berhasil membuktikan pengabdian melalui kerja nyata di tengah berbagai tantangan bangsa.
"Saudara-saudara sekalian, saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu. Saya bangga menjadi presidenmu. Saya bangga telah memimpin pemerintah ini. Karena dalam dua tahun, dalam dua tahun, kita telah bekerja dengan hasil yang nyata," ujar Prabowo.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































