tirto.id - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, ingin membawa suara negara-negara berkembang atau Global South ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jika terpilih sebagai direktur jenderal. Pencalonan Budi mendapat dukungan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan dukungan dunia usaha terhadap pencalonan Budi. Menurutnya, kesempatan bagi putra Indonesia untuk memimpin WHO menjadi momentum yang perlu didukung bersama.
“Ini suatu kesempatan yang luar biasa, suatu upaya yang luar biasa, karena belum pernah ada putra atau putri terbaik Indonesia yang bisa mempunyai posisi seperti itu,” kata Anindya di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (9/10/2026).
Anindya menyampaikan dukungan tersebut dalam pertemuan yang turut dihadiri hampir 80 duta besar di Kementerian Kesehatan.
“Dan sekali lagi Pak Menteri, selamat. Dan kita semua di dunia usaha mendukung baik di Indonesia maupun upayanya untuk menjadi Dirjen WHO,” ujar Anindya.
Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, bahwa pencalonannya merupakan mandat Presiden Prabowo Subianto untuk mewakili negara-negara berkembang yang memiliki porsi besar dalam populasi dunia.
“Saya memang diminta oleh Bapak Presiden untuk maju mewakili Global South country. Karena Global South country ini lebih dari 60% populasi dunia adanya di Global South. Tetapi voice-nya kita, representasi kita di organisasi-organisasi internasional itu belum signifikan,” kata Budi.
Ia menegaskan, pencalonan tersebut ditujukan untuk memperkuat keterwakilan negara-negara berkembang dalam pembahasan kesehatan global.
“Itu sebabnya saya maju sebagai wakil dari Global South country untuk membawa suara Global South ini di tataran internasional,” ujarnya.
Budi turut mengapresiasi dukungan Kadin dan pelaku industri kesehatan terhadap pencalonannya. Ia mengatakan, dukungan tersebut sejalan dengan upaya Indonesia memperluas kerja sama internasional di sektor kesehatan.
“Karena dukungan dari teman-teman di industri kesehatan juga untuk pencalonan saya sebagai Dirjen WHO seperti yang diamanatkan oleh Bapak Presiden. Terima kasih,” kata Budi.
Dalam pemaparannya kepada para duta besar, Budi juga menyinggung tantangan yang dihadapi WHO, mulai dari persoalan pendanaan hingga kebutuhan reformasi organisasi.
Budi menilai, pemimpin berikutnya perlu memiliki pengalaman dalam menjalankan reformasi, menghimpun pendanaan, dan membangun kerja sama lintas negara.
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































