Menuju konten utama

Bursa Dirjen WHO: Menkes Sebut Diminta Prabowo Maju

Menkes Budi Gunadi masuk bursa calon Dirjen WHO, sebut diminta langsung oleh Presiden Prabowo demi bawa suara negara berkembang ke panggung PBB.

Bursa Dirjen WHO: Menkes Sebut Diminta Prabowo Maju
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjawab pertanyaan dalam program siniar ANTARA di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Siniar tersebut membahas beberapa isu dan kebijakan Kementerian Kesehatan diantaranya rencana pencantuman label takaran gula, garam, lemak (GGL) pada olahan siap saji atau Nutri-Level serta edukasi tentang isu kesehatan mental. ANTARA FOTO/Fauzan/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, masuk dalam bursa calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (Dirjen WHO) untuk periode 2027-2032. Budi mengungkapkan, partisipasinya dalam bursa pemilihan pimpinan WHO merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pesan yang disampaikan padanya, Prabowo mengatakan bahwa sebagai bangsa yang besar, belum pernah ada orang Indonesia yang menjadi orang nomor satu di PBB.

“Itu kan amanah dari Bapak Presiden, yang menyampaikan bahwa kita adalah negara besar, tapi belum pernah menjadi orang nomor satu di lembaga PBB. Jadi, beliau melihat ada kesempatan seperti itu, ya diminta agar cobalah maju,” bebernya kepada awak media, di KSP, Kompleks Istana kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).

Misi Prabowo Bawa Suara Negara Berkembang ke PBB

Budi pun menerima pencalonan tersebut sebagai bentuk penugasan langsung dari Presiden Prabowo. Terlebih, momentum ini dinilai sangat tepat seiring menguatnya desakan global yang menginginkan suara negara berkembang atau kelompok Global South lebih didengar dalam pengambilan keputusan tingkat dunia.

“Karena mereka kan dari sisi populasi lebih banyak dan lebih miskin.Sehingga, perlu lah ada wakil dari negara-negara global south atau negara-negara berkembang di pimpinan lembaga-lembaga dunia seperti ini,” sambungnya.

Selain itu, Prabowo juga disebut memiliki pengaruh yang cukup besar di tingkat internasional. Karena itu, pencalonannya sebagai Dirjen WHO juga diharapkan dapat menjadi saluran untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di tingkat global.

“Bapak Presiden kan sangat apa ya … Bapak Presiden kan sangat bersar influence-nya atau pengaruhnya di sana, jadi beliau menitipkan amanah ke saya. Kalau bisa, wakililah negara-negara berkembang ini agar mendapatkan perhatian di tataran global,” ujar Budi.

Tahapan Seleksi Panjang Menuju Kursi Nomor Satu WHO

Meski begitu proses pemilihan Dirjen WHO masih berlangsung cukup panjang, ada dua tahapan yang harus dilalui sebelum pemilihan final. Pada Januari 2027, para calon akan diseleksi hingga tersisa tiga kandidat oleh Board WHO. Setelahnya, pemilihan Dirjen WHO baru akan dilakukan pada Mei melalui mekanisme pemilihan satu negara, satu suara.

Karenanya, Budi mengaku belum secara khusus mempersiapkan program yang akan dibawa apabila terpilih sebagai Dirjen WHO.

“Sekarang lagi sibuk ngeberesin kerjaan juga ada di sini,” tukasnya.

Baca juga artikel terkait MENKES BUDI GUNADI SADIKIN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah