tirto.id - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, masuk dalam bursa calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (Dirjen WHO) untuk periode 2027-2032. Budi mengungkapkan, partisipasinya dalam bursa pemilihan pimpinan WHO merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pesan yang disampaikan padanya, Prabowo mengatakan bahwa sebagai bangsa yang besar, belum pernah ada orang Indonesia yang menjadi orang nomor satu di PBB.
“Itu kan amanah dari Bapak Presiden, yang menyampaikan bahwa kita adalah negara besar, tapi belum pernah menjadi orang nomor satu di lembaga PBB. Jadi, beliau melihat ada kesempatan seperti itu, ya diminta agar cobalah maju,” bebernya kepada awak media, di KSP, Kompleks Istana kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).
Misi Prabowo Bawa Suara Negara Berkembang ke PBB
Budi pun menerima pencalonan tersebut sebagai bentuk penugasan langsung dari Presiden Prabowo. Terlebih, momentum ini dinilai sangat tepat seiring menguatnya desakan global yang menginginkan suara negara berkembang atau kelompok Global South lebih didengar dalam pengambilan keputusan tingkat dunia.
“Karena mereka kan dari sisi populasi lebih banyak dan lebih miskin.Sehingga, perlu lah ada wakil dari negara-negara global south atau negara-negara berkembang di pimpinan lembaga-lembaga dunia seperti ini,” sambungnya.
Selain itu, Prabowo juga disebut memiliki pengaruh yang cukup besar di tingkat internasional. Karena itu, pencalonannya sebagai Dirjen WHO juga diharapkan dapat menjadi saluran untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di tingkat global.
“Bapak Presiden kan sangat apa ya … Bapak Presiden kan sangat bersar influence-nya atau pengaruhnya di sana, jadi beliau menitipkan amanah ke saya. Kalau bisa, wakililah negara-negara berkembang ini agar mendapatkan perhatian di tataran global,” ujar Budi.
Tahapan Seleksi Panjang Menuju Kursi Nomor Satu WHO
Meski begitu proses pemilihan Dirjen WHO masih berlangsung cukup panjang, ada dua tahapan yang harus dilalui sebelum pemilihan final. Pada Januari 2027, para calon akan diseleksi hingga tersisa tiga kandidat oleh Board WHO. Setelahnya, pemilihan Dirjen WHO baru akan dilakukan pada Mei melalui mekanisme pemilihan satu negara, satu suara.
Karenanya, Budi mengaku belum secara khusus mempersiapkan program yang akan dibawa apabila terpilih sebagai Dirjen WHO.
“Sekarang lagi sibuk ngeberesin kerjaan juga ada di sini,” tukasnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































